Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Turis Amerika hingga Australia Bikin Muak Thailand, Kebijakan Bebas Visa 60 Hari Dipangkas

Turis Amerika hingga Australia Bikin Muak Thailand, Kebijakan Bebas Visa 60 Hari Dipangkas Kredit Foto: Reuters/Athit Perawongmetha
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Thailand resmi menghentikan program bebas visa 60 hari bagi wisatawan dari 93 negara dan wilayah, termasuk turis asal Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan wisatawan dari negara-negara tersebut kini hanya akan mendapatkan izin tinggal bebas visa selama 30 hari. Sebagian negara lain bahkan diwajibkan kembali mengurus visa saat kedatangan.

Baca Juga: Amerika dan Sekutunya Murka ke Israel Soal Penangkapan Relawan Gaza, Sampai Sebut Jijik!

Kebijakan ini menjadi langkah mundur setelah Thailand sebelumnya melonggarkan aturan visa pada 2024 demi memulihkan sektor pariwisata pascapandemi Covid-19.

Dengan pantai tropis, pulau batu kapur, dan kawasan wisata populer seperti Phuket, Thailand menjadi salah satu destinasi wisata paling ramai di dunia. Negara itu tercatat menerima hampir 33 juta wisatawan asing sepanjang 2025.

Namun meningkatnya jumlah wisatawan asing juga memunculkan keresahan di internal pemerintah Thailand.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut program bebas visa 60 hari banyak disalahgunakan oleh warga asing untuk bekerja ilegal hingga terlibat tindak kriminal.

“Pembatasan baru ini sebagian diambil karena alasan keamanan nasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand.

Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial di Thailand juga dipenuhi video wisatawan asing yang dianggap berperilaku buruk, mulai dari merusak kuil hingga terlibat perkelahian dalam kondisi mabuk.

Aparat Thailand juga beberapa kali menangkap warga asing terkait kasus narkoba dan perdagangan manusia.

Sorotan juga mengarah kepada meningkatnya jumlah wisatawan Rusia di Thailand. Wisatawan Rusia kini menjadi kelompok turis terbesar keempat di Thailand setelah India, China, dan Malaysia.

Lonjakan turis Rusia terjadi setelah Thailand tetap membuka akses bagi pemegang paspor Rusia pascaperang Ukraina 2022, berbeda dengan sejumlah negara Eropa yang memperketat aturan terhadap warga Rusia.

Namun, aparat Thailand berulang kali memperingatkan warga Rusia terkait kasus overstay visa.

Kedutaan Besar Israel di Thailand bahkan sempat mengingatkan warganya di Phuket untuk mematuhi hukum setempat.

Baca Juga: Pesawat Hercules se-Asia Akan Penuhi Bandara Kertajati, Efek Manuver Prabowo dan Amerika Serikat

“Pelanggaran serius dapat membuat visa dicabut oleh otoritas lokal,” demikian peringatan Kedubes Israel melalui Facebook resmi mereka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar