Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan BNBR Tembus Rp1,13 T, Margin Melonjak Tajam

        Pendapatan BNBR Tembus Rp1,13 T, Margin Melonjak Tajam Kredit Foto: BNBBR
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pendapatan Rp1,13 triliun, naik 19,02% secara tahunan, ditopang konsolidasi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). EBITDA perseroan melonjak 252,43% menjadi Rp296,44 miliar, sementara laba usaha tumbuh 240,03% menjadi Rp211,96 miliar.

        Kinerja ini mencerminkan perbaikan fundamental BNBR di tengah volatilitas global, dengan kontribusi signifikan dari sektor infrastruktur jalan tol dan mobilitas listrik. Pertumbuhan EBITDA yang jauh melampaui kenaikan pendapatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional dan kontribusi bisnis dengan margin lebih tinggi.

        Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan capaian tersebut sebagai indikasi konsistensi kinerja di tengah tekanan global.

        “Di tengah gejolak ekonomi global yang luar biasa, alhamdulillah BNBR terus konsisten menunjukkan kinerja keuangan positif di 3 bulan pertama tahun ini, dengan pertumbuhan yang membanggakan,” kata Anindya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (4/5/2026).

        Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari CCT sebesar Rp232,76 miliar atau 20,5% dari total pendapatan konsolidasi. Selain itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group menyumbang Rp126,9 miliar, meningkat 58,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
        Dari sisi profitabilitas, CCT menyumbang Rp126,6 miliar atau 50,4% terhadap total EBITDA, serta Rp128,6 miliar atau 77% terhadap laba usaha konsolidasi.

        Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M Sakti, menyebutkan bahwa PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group mencatat kenaikan pendapatan 274,6% atau Rp207,6 miliar, terutama berasal dari CCT.

        Selain itu, PT Helio Synar Energi mencatatkan pertumbuhan pendapatan 35,1%, sementara VKTR Group mengalami lonjakan signifikan, termasuk kontribusi dari VKTR holding yang naik Rp114,8 miliar dan PT VKTR Sakti Industries(VKTS) sebesar Rp88,0 miliar.

        Baca Juga: Emiten Grup Bakrie (ENRG) Berencana Rights Issue 13,5 Miliar Saham

        Baca Juga: Bakrie Capital Borong Saham BIPI, Habiskan Dana Rp116 Miliar

        Baca Juga: Harga Meroket, Saham Grup Bakrie (MDIA) Dibekukan Sementara

        Segmen otomotif melalui PT Bakrie Autoparts (BA) Group mencatat kenaikan pendapatan Rp13 miliar atau 6,3% seiring peningkatan permintaan komponen. Namun, penurunan terjadi pada PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group, meski sebagian tertahan oleh pertumbuhan pendapatan PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) sebesar Rp1,1 miliar dari penjualan sektor non-oil & gas.

        BNBR memproyeksikan peningkatan kinerja di sektor pipa dan EPC oil & gas seiring potensi masuknya proyek baru pada semester I-2026, yang diharapkan menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan pendapatan ke depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: