Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEI Pantau Pergerakan 3 Saham Ini Usai Harga Naik Tajam

        BEI Pantau Pergerakan 3 Saham Ini Usai Harga Naik Tajam Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan tiga saham yang mengalami lonjakan tidak wajar. Ketiganya adalah PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang masuk kategori Unusual Market Activity (UMA).

        "Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Danny Yuskar Wibowo.

        Dalam sepekan, saham TOOL naik 43,75% namun setelah rilis UMA sahamnya pada sesi pertama Senin (4/5) balik arah turun -9% ke Rp91. Saham KOTA naik 3,73% dalam sepekan dan melesat 148,21% dalam sebulan. Kini, sahamnya terkoreksi -6,71% ke Rp139. 

        Adapun saham SDMU menanjak 7,34% dalam sepekan dan menguat 56% sepanjang sebulan terakhir. Pada perdagangan terkini, sahamnya juga tercatat merosot -7,14% ke level Rp117. 

        Danny menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal.

        Baca Juga: Rebound! IHSG Hari Ini Senin (4/5) Dibuka Balik ke Level 7.000-an

        Baca Juga: IHSG Senin (4/5) Diprediksi Rawan Koreksi, Analis Jagokan 4 Saham

        "Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujar Danny.

        Sebagai langkah kehati-hatian, investor diimbau untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa dan mencermati kinerja serta keterbukaan informasi emiten. 

        Selain itu, mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: