Tak Hanya Perkuat Kemudahan Transaksi Cashless, ShopeePay Dorong Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Digital
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Aplikasi ShopeePay menekankan pentingnya adopsi pembayaran digital di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang lebih praktis, efisien, dan aman di era digital.
Tercatat, ada sekitar 68% generasi muda aktif menggunakan e-wallet serta tertarik pada transaksi digital lainnya, sementara 60% di antaranya juga mulai berpartisipasi dalam instrumen investasi digital seperti kripto.
Pada acara Roadshow Literasi Keuangan bertajuk “Cashless, Careless: Jadi Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Digital” di BINUS UNIVERSITY @ Alam Sutera yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi, Presiden Direktur ShopeePay Indonesia yakni Eka Nilam Dari, sepakat bahwa layanan keuangan digital kini menjadi salah satu kebutuhan utama, khususnya bagi generasi muda dengan mobilitas tinggi dan intensitas transaksi yang tinggi.
“Layanan keuangan digital memberikan kemudahan dalam bertransaksi sehari-hari. Dengan penggunaan smartphone yang semakin luas, masyarakat kini semakin terbiasa melakukan transaksi secara non-tunai karena dinilai lebih praktis dan efisien,” ujar Eka Nilam Dari yang kerap disapa Lala, dalam acara tersebut, di Tangerang, Selasa (28/4/2026).
Kemudahan tersebut didukung oleh beragam fitur dalam dompet digital, mulai dari kirim uang, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan token listrik, hingga akses ke produk keuangan lainnya, seperti investasi. Ditambah lagi, beberapa promo seperti cashback dan diskon juga memberikan nilai tambah bagi pengguna, khususnya bagi mahasiswa.
Lala menambahkan bahwa karakteristik transaksi mahasiswa yang cenderung berfrekuensi tinggi dengan nilai transaksi relatif kecil menjadikan efisiensi biaya sebagai salah satu faktor utama dalam pemilihan metode pembayaran.
“Frekuensinya tinggi tapi basket size-nya kecil. Jadi, satu hal yang menjadi top of mind mereka yaitu bagaimana dompet digital bisa membantu untuk bertransaksi secara lebih murah ataupun secara efisien,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, aplikasi ShopeePay mengedepankan tiga aspek utama dalam layanan yakni efisiensi, manfaat, dan keamanan. Dari sisi keamanan, platform ini telah dilengkapi dengan berbagai lapisan proteksi seperti PIN, OTP, hingga fitur two-factor authentication (2FA).
Baca Juga: QRIS Jadi Mesin Baru ShopeePay Dongkrak Transaksi
“Kami terus memperkuat aspek keamanan. Jadi, bisa dipastikan terutama untuk teman-teman yang sudah terverifikasi melalui proses KYC (know-your-customer). Kalau sudah dilakukan, akun akan ter-upgrade menjadi ShopeePay Plus, jadi dari sisi transaksi kita bisa memverifikasi siapa pengguna akun tersebut,” katanya.
Bahkan, ada pula fitur tambahan seperti riwayat transaksi dan split bill untuk membantu pengguna mengatur keuangan secara lebih terstruktur. Lala menilai, fitur ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.
Selain itu, keamanan juga dinilai tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kesadaran pengguna. Dengan tegas, Lala melarang para mahasiswa di BINUS UNIVERSITY dan seluruh pengguna aplikasi ShopeePay untuk membagikan data pribadi seperti OTP atau password serta lebih waspada terhadap tautan mencurigakan.
“Kesadaran diri terhadap keamanan akun itu kembali kepada para penggunanya sendiri, selain fitur-fitur keamanan yang juga dimiliki oleh para penyedia layanan dompet digital,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan para mahasiswa agar lebih bijak dalam menggunakan dompet digital dan tidak terjebak dalam perilaku konsumtif meskipun kemudahan transaksi semakin meningkat. Melalui kampanye "Dompet Serba Bisa", ShopeePay tidak hanya berupaya menyediakan layanan pembayaran, tetapi juga mendorong literasi keuangan digital agar pengguna dapat mengelola keuangan secara lebih terkontrol.
“Dompet digital itu ibarat versi digital dari uang yang kita miliki, di dalamnya ada balance yang memiliki nilai. Jadi, mau menggunakan uang dalam bentuk fisik maupun balance di dompet digital, kita tetap harus pastikan apa sih yang kita butuhkan dibandingkan dengan apa yang kita inginkan. Kami hadir tidak hanya untuk memberikan kemudahan, tapi juga membantu para pengguna untuk bisa mengatur pola keuangan mereka jadi lebih terstruktur,” ujarnya.
Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Warta Ekonomi mendorong peningkatan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa agar tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Baca Juga: ShopeePay Catat Pergeseran Konsumsi, Masyarakat Mulai Tahan Belanja
Sejalan dengan itu, aplikasi ShopeePay menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan pembayaran digital yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mendukung pembentukan perilaku finansial yang lebih sehat di kalangan generasi muda.
Diharapkan, ketika memiliki literasi keuangan yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang tepat, mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cashless, tetapi juga cerdas finansial dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: