Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Tak Pernah Menjelek-jelekkan Partai Lamanya Meski Sudah Berpisah, Begini Kata Elite PSI

Jokowi Tak Pernah Menjelek-jelekkan Partai Lamanya Meski Sudah Berpisah, Begini Kata Elite PSI Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah melontarkan pernyataan negatif terhadap PDI Perjuangan (PDIP), meski hubungan keduanya telah retak sejak Pemilu 2024.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus justru mempertanyakan sikap PDIP yang dinilainya terus mengkritik dan menyerang Jokowi setelah mantan wali kota Solo itu tidak lagi bersama partai berlambang banteng tersebut.

Baca Juga: 'Dari Situ Saja Sudah Salah,' Roy Suryo 'Senyumin' Janji Jokowi Bawa Ijazah SD hingga S1 ke Sidang

"Perhatikan Pak Jokowi, tidak pernah dia menjelek-jelekkan PDIP. Tapi PDIP sepertinya terus menjelek-jelekkan Pak Jokowi," kata Bestari, dikutip Senin (15/6/2026).

Menurut Bestari, Jokowi justru memilih bersikap tenang dan tidak membalas berbagai kritik yang diarahkan kepadanya. Karena itu, ia menilai sikap sebagian elite PDIP terhadap Jokowi terlihat tidak proporsional.

PSI juga menuding PDIP masih menyimpan kekecewaan mendalam atas berakhirnya hubungan politik dengan Jokowi. Hal itu, kata Bestari, tercermin dari terus diungkitnya status Jokowi yang disebut dipecat dari partai pada Desember 2024.

Bestari bahkan menilai narasi pemecatan itu terus diulang karena PDIP belum sepenuhnya menerima kepergian Jokowi dari partai.

Di sisi lain, ia menyayangkan sikap PDIP yang menurutnya tidak menunjukkan kedewasaan politik sebagai partai besar.

"Partai besar kok menyikapi persoalan ini dengan cara yang tidak berkelas, kosong, dan low level," ujarnya.

Pernyataan PSI tersebut muncul setelah politikus PDIP, Guntur Romli, kembali menegaskan bahwa Jokowi telah dipecat dari PDIP bersama Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan puluhan kader lain karena dianggap melanggar konstitusi, AD/ART, dan aturan partai.

"Jokowi bukan keluar atau mundur dari PDIP, tetapi dipecat karena pelanggaran," kata Guntur.

Menurut Guntur, setelah dipecat, pilihan politik Jokowi untuk bergabung atau mendukung partai lain bukan lagi urusan PDIP.

Baca Juga: 'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Perdebatan mengenai status Jokowi di PDIP kembali menghangat setelah muncul wacana menjadikan mantan presiden itu sebagai Dewan Pembina PSI.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar