Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Premi Industri Asuransi Hanya Tumbuh 0,74%, Klaim Malah Melesat 5,56%

        Premi Industri Asuransi Hanya Tumbuh 0,74%, Klaim Malah Melesat 5,56% Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perlambatan pertumbuhan industri asuransi pada kuartal I 2026. Premi asuransi hanya tumbuh 0,74% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp88,36 triliun, dengan kontraksi pada asuransi jiwa dan pertumbuhan pada asuransi umum serta reasuransi.

        Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa perlambatan ini mencerminkan dinamika yang berbeda di masing-masing lini bisnis.

        “Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Maret 2026 mencapai Rp88,36 triliun atau tumbuh 0,74% (yoy),” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Selasa (5/5/2026).

        Dari total tersebut, premi asuransi jiwa mengalami kontraksi sebesar 0,14% menjadi Rp47,12 triliun, dibandingkan Rp47,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi masih mencatat pertumbuhan.

        “Sementara premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 1,77% (yoy) dengan nilai sebesar Rp41,24 triliun,” katanya.

        Baca Juga: OJK Ungkap Pembiayaan Multifinance Hanya Tumbuh Tipis 0,61%

        Baca Juga: Konflik Global Bikin Premi Asuransi Diam-Diam Makin Mahal

        Baca Juga: Rupiah Tertekan, Industri Asuransi Hadapi Biaya Naik

        Perbedaan kinerja ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pasar serta tekanan pada segmen asuransi jiwa, di tengah kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli dan kebutuhan proteksi jangka panjang. Sementara itu, asuransi umum cenderung tetap tumbuh seiring kebutuhan proteksi aset dan aktivitas bisnis.

        Lebih lanjut, pada asuransi nonkomersial, premi asuransi tercatat tumbuh 6,51% yoy menjadi sekitar Rp49,25 triliun. Total klaim mencapai Rp52,45 triliun atau meningkat 5,56% yoy, yang mencerminkan tingginya kebutuhan perlindungan sosial di tengah masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: