Kredit Foto: MKP
PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) memperkuat digitalisasi sektor pariwisata melalui integrasi perlindungan asuransi wisata ke dalam sistem e-ticketing Desa Wisata Penglipuran, Bali, bekerja sama dengan Asuransi Jasindo. Langkah ini mendorong penguatan standar keamanan dan layanan wisata berbasis teknologi di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Integrasi tersebut membuat setiap wisatawan yang membeli tiket masuk Desa Wisata Penglipuran otomatis memperoleh perlindungan Personal Accident Coverage selama berada di kawasan wisata tanpa proses tambahan.
CEO & Co-Founder PT Mitra Kasih Perkasa, Nicholas Anggada, mengatakan pengembangan sistem ticketing kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat transaksi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem wisata digital yang terintegrasi.
“Selama empat tahun terakhir, MKP terus dipercaya untuk mendukung digitalisasi operasional Desa Penglipuran melalui integrated ticketing ecosystem yang mampu memberikan real-time visitor traffic monitoring, validasi pengunjung, hingga penguatan layanan wisata berbasis data. Tahun ini, kami memperluas nilai tambah tersebut dengan menghadirkan perlindungan Personal Accident Coverage bersama Asuransi Jasindo sebagai bagian dari komitmen meningkatkan standar layanan destinasi wisata kelas dunia,” ujar Nicholas.
Sejak 2022, MKP mengelola ticketing management system Desa Wisata Penglipuran secara menyeluruh, mulai dari e-ticketing, validasi pengunjung, monitoring trafik wisatawan, hingga integrasi data operasional destinasi wisata.
Kolaborasi terbaru bersama Jasindo menjadi bagian dari pengembangan integrated tourism ecosystem yang menggabungkan layanan digital, monitoring wisatawan, dan perlindungan asuransi dalam satu sistem.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan integrasi perlindungan asuransi dalam tiket masuk menjadi bagian dari transformasi layanan asuransi yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat.
“Kehadiran perlindungan asuransi yang terintegrasi langsung dalam tiket masuk menjadi langkah penting untuk memastikan wisatawan mendapatkan rasa aman selama menikmati destinasi wisata,” ujarnya.
Representative Manager Asuransi Jasindo Cabang Denpasar, Erwyn Arys Sasongko, menambahkan sistem digital tersebut juga mempermudah wisatawan karena perlindungan otomatis aktif tanpa registrasi tambahan.
Baca Juga: Asuransi Kredit Jadi Tameng Baru Lender Fintech, OJK Kembangkan Proteksi Pendanaan
Baca Juga: OJK: Hasil Investasi Asuransi Syariah Negatif akibat IHSG Anjlok
Desa Wisata Penglipuran sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia yang mengedepankan konsep pariwisata berbasis budaya dan keberlanjutan. Kawasan ini juga telah memperoleh pengakuan internasional serta lisensi dari UN Tourism.
MKP menilai integrasi teknologi dan perlindungan wisata menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi destinasi wisata modern di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap standar keamanan dan kenyamanan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ke depan, MKP bersama Asuransi Jasindo menyatakan akan memperluas pengembangan integrated tourism ecosystem di berbagai destinasi wisata nasional guna memperkuat digitalisasi layanan wisata berbasis data.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: