Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Inisiatif Hijau di Riau, Sampah Disulap Jadi Bahan Bakar

        Inisiatif Hijau di Riau, Sampah Disulap Jadi Bahan Bakar Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Provinsi Riau mulai menggarap terobosan pengelolaan sampah menggunakan teknologi methane capture dan Refuse Derived Fuel (RDF) yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi alternatif.

        Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan dukungan terhadap penggunaan RDF dan mendorong agar segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata, baik bagi lingkungan maupun masyarakat di Riau.

        “Ini inisiasi yang bagus, sehingga bisa berproses dalam waktu singkat untuk menjadi kenyataan. Kemudian untuk sampah plastik nanti sebagian bisa di reuse dan sebagian bisa dijadikan energi, RDF istilahnya. Kita akan segera duduk bareng untuk hal ini, termasuk pekerjaan besar untuk memilah yang sudah terjadi di beberapa tempat,” ujar Menteri KLH/BPLH Moh. Jumhur Hidayat di hadapan awak media, dikutip dari siaran pers KLH, Rabu (6/5).

        Salah satu fokus penanganan adalah TPA Muara Fajar II yang selama ini masih menerapkan open dumping. Metode tersebut akan ditinggalkan secara bertahap dan ditata ulang sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN.

        Sebagai bagian dari komitmen mitigasi perubahan iklim dalam kerangka Nationally Determined Contributions (NDC), KLH/BPLH mendukung pembangunan fasilitas methane capture di lokasi tersebut. Teknologi ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus membuka peluang pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif.

        Di sisi lain, penerapan teknologi RDF menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada TPA. Sampah yang telah dipilah akan diolah melalui proses mekanis menjadi pelet RDF yang memiliki nilai kalor tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil di sektor industri maupun pembangkit listrik.

        Timbulan sampah di Provinsi Riau sendiri mencapai 3.818 ton per hari, namun baru sekitar 16% yang terkelola secara optimal. Selain itu, sekitar 75% TPA masih menggunakan sistem open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan.

        Baca Juga: SCG Dorong Pengelolaan Sampah Lewat 4 Waste Station di Sukabumi

        Baca Juga: Dari Limbah Jadi Rupiah: Genteng Sampah Banyumas Dilirik Presiden Prabowo untuk Proyek Nasional

        Menteri Jumhur menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kita harus mendukung semua upaya untuk memastikan sampah itu bisa dikelola dengan baik dan membuat kita semua menjadi orang normal lah kalau kita tidak diganggu oleh sampah, kira-kira begitu.”

        KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk mendampingi Pemerintah Provinsi Riau dalam mengakhiri praktik open dumping secara permanen. Melalui penguatan kapasitas, pendampingan teknis, serta penerapan teknologi methane capture dan RDF, diharapkan terwujud sistem pengelolaan sampah yang modern, sirkular, dan berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: