Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Solar Sempat Meroket, Gimana Nasib Pendanaan Biodiesel B50 hingga Akhir Tahun?

Harga Solar Sempat Meroket, Gimana Nasib Pendanaan Biodiesel B50 hingga Akhir Tahun? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Kalimantan Tengah -

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan pendanaan insentif program biodiesel B50 tetap mencukupi hingga akhir 2026 meski dinamika geopolitik global sempat memicu lonjakan harga solar dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan skema insentif biodiesel bergantung pada selisih harga antara biodiesel dan solar. BPDP hanya membayar selisih harga apabila harga biodiesel lebih tinggi dibandingkan harga solar.

"Kalau harga solar lebih tinggi dari harga biodiesel, kami nggak bayar. Jadi selisihnya yang kita bayar. Tapi kalau harga biodiesel lebih tinggi dari harga solar, selisihnya yang kita bayar," kata dia dalam Media Briefing “Industri Sawit yang Berkelanjutan, di Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).

Zaid mengakui konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sempat mendorong kenaikan harga solar dunia pada April hingga Juni 2026. 

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat harga solar melampaui harga biodiesel sehingga BPDP tidak perlu mengeluarkan dana kompensasi selama periode tersebut.

Baca Juga: BPDP Kantongi Rp22,7 Triliun dari Pungutan Ekspor Sawit, Dipakai untuk Apa Saja?

Baca Juga: BPDP: Sebanyak 41% Perkebunan Sawit Nasional Dikelola Masyarakat

"Kita bayar kurang lebih di Rp1.000 ya. Rp1.000 atau Rp1.500 ya. Kalau yang mulai April, Mei, Juni itu kita nggak bayar selisihnya," ungkap dia.

Meski pembayaran insentif kembali dilakukan, Zaid menegaskan perhitungan BPDP menunjukkan dana yang tersedia tetap mampu mendukung implementasi mandatori biodiesel B50 hingga akhir tahun.

"Tentu hitung-hitungan kita sampai akhir tahun kita bisa memenuhi pembayaran biodiesel B50," ungkap dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra