Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang Rebalancing MSCI, Pemerintah Belum Lakukan Pertemuan Stabilitas Keuangan

        Jelang Rebalancing MSCI, Pemerintah Belum Lakukan Pertemuan Stabilitas Keuangan Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum memiliki agenda untuk menggelar rapat tambahan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjelang pengumuman hasil rebalancing indeks oleh Morgan Stanley Capital International pada Rabu (13/5/2026).

        "Tidak, tidak,” kata Purbaya usai acara International Seminar on Debottlenecking Channel, Selasa (12/5/2026).

        Pasar sebelumnya menaruh perhatian besar terhadap evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Dalam laporan yang dirilis pada 28 Januari 2026, MSCI menyoroti faktor investability atau kemudahan investasi di Indonesia, khususnya terkait transparansi kepemilikan saham serta keterbukaan informasi mengenai free float.

        Pembekuan perubahan klasifikasi indeks Indonesia oleh MSCI dinilai memberi tekanan terhadap pasar keuangan domestik. Kondisi tersebut juga ikut memicu arus keluar modal asing dari pasar Indonesia.

        Baca Juga: Saham RI Bakal Keluar dari MSCI, Bos OJK Buka Suara

        Baca Juga: BEI Soal Potensi Penurunan Bobot MSCI: Ini Adalah Pil Pahit Jangka Pendek yang Kita Telan

        Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah menyerahkan langkah pengendalian stabilitas rupiah kepada Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

        Purbaya menilai Bank Indonesia memiliki instrumen yang memadai untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global maupun domestik.

        "Kita lihat, kita serahkan ke bank sentral, karena mereka yang berwenang untuk melakukan kebijakan nilai tukar, dan kita percaya mereka bisa mengendalikan nilai tukar,” pungkasnya

        Sebagai informasi, di pasar spot nilai tukar rupiah pada Selasa (12/5/2026) ditutup melemah ke level Rp17.529 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut turun 0,66% dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.414 per dolar AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: