Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda hari ini ditutup melemah 114 poin di level Rp17.528 per USD.
"(Kalau dipanggil) Iya kita siap," kata Purbaya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (11/5/2026).
Purbaya menjelaskan, stabilitas nilai tukar rupiah sebenarnya menjadi kewenangan atau tugas dari Bank Indonesia. Namun, dirinya siap 'pasang badan' bersama BI untuk memberikan penjelasan kepada wakil rakyat.
"Tapi saya siap. Kalau saya kan pasif di situ, urusan bank sentral saja yang menjelaskan kenapa. Karena tugas bank sentral hanya satu menurut undang-undang kan, menjaga stabilitas nilai. Bukan yang lain," pungkas Purbaya.
Sebelumnya Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan Bank Indonesia segera mengantisipasi dampak pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ia mengingatkan tekanan global tidak boleh sampai membuat perekonomian Indonesia terpuruk, terutama terhadap sektor riil, UMKM, dan stabilitas fiskal nasional.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Rp17.528, Konflik AS-Iran Jadi Sentimen Utama
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500, Puan Warning Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!
Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujar Puan kepada wartawan, usai agenda Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Puan menegaskan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak awal, termasuk melalui koordinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya nanti akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra