Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hemat Devisa Rp20 Triliun, Pertamina Mulai Kembangkan Kilang di Cilacap dan Dumai

        Hemat Devisa Rp20 Triliun, Pertamina Mulai Kembangkan Kilang di Cilacap dan Dumai Kredit Foto: PT Pertamina Patra Niaga
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Patra Niaga (PPN) resmi memulai pelaksanaan Proyek Hilirisasi Nasional Fase II untuk pengembangan Kilang Gasoline di Cilacap dan Dumai. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp20 triliun per tahun sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional dengan menekan ketergantungan pada impor BBM.

        Proyek ini merupakan bagian dari dukungan Pertamina terhadap program Asta Cita Pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah domestik. Melalui pengembangan ini, kapasitas Kilang Gasoline Dumai ditargetkan mencapai 30 ribu barel per hari (bph), sementara Kilang Gasoline Cilacap mencapai 32 ribu bph.

        Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan ganda untuk meningkatkan daya saing di kancah global.

        “Melalui pendekatan Dual Growth Strategy, Pertamina Patra Niaga memperkuat bisnis eksisting sekaligus meningkatkan kompleksitas kilang agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi yang memiliki daya saing global,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (15/5/2026).

        Peningkatan kapasitas ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang masif.

        Selain penghematan devisa, proyek ini diprediksi akan menyerap hingga 6.000 tenaga kerja pada masa konstruksi dan operasi. Secara operasional, Kilang Dumai ditargetkan memproduksi 0,9 juta kiloliter (KL) gasoline per tahun, sedangkan Kilang Cilacap diproyeksikan menghasilkan 1,1 juta KL gasoline per tahun.

        Selain berfokus pada angka produksi, Pertamina memastikan produk yang dihasilkan akan lebih ramah lingkungan dengan kandungan sulfur di bawah 50 ppm. Proyek ini juga menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

        “Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait energi bersih, penyediaan lapangan kerja layak, pertumbuhan ekonomi, serta inovasi industri,” tegas Roberth.

        Pengembangan kilang di Cilacap dan Dumai ini merupakan bagian dari groundbreaking 13 Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahap II yang dikoordinasikan oleh Danantara dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Selain kilang, proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan tangki BBM hingga pengembangan substitusi LPG di berbagai wilayah Indonesia.

        Roberth menambahkan bahwa keterlibatan Pertamina dalam proyek lintas wilayah ini merupakan komitmen perusahaan dalam menciptakan pemerataan ekonomi melalui sektor energi.

        “Beragam proyek hilirisasi tersebut merupakan wujud nyata kebijakan pemerintah untuk menciptakan ekonomi berkeadilan melalui kemandirian energi dan industri dalam negeri. Pertamina Patra Niaga bangga menjadi bagian dari upaya besar ini,” tutup Roberth.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: