Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ngeri! Rupiah Berpotensi Tembus hingga Rp18.000 per USD

        Ngeri! Rupiah Berpotensi Tembus hingga Rp18.000 per USD Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi tembus hingga Rp18.000 dalam perdagangan Mei 2026. Mata uang Garuda bahkan bisa menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah hingga Rp22.000 per USD.

        "Dalam perdagangan di bulan Mei ini kemungkinan besar Rp18.000 akan tembus. Kalau seandainya Rp18.000 ribu tembu ada kemungkinan besar rupiah itu akan menembus level Rp22.000," kata Ibrahim kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

        Ibrahim mengatakan, potensi pelemahan rupiah tersebut seiring dengan meningkatnya kebutuhan impor minyak mentah dan besarnya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). 

        Besarnya kebutuhan impor energi nasional membuat permintaan dolar AS terus meningkat. Dari sekitar 1,5 juta barel minyak mentah yang diimpor, sekitar 85 persen disebut digunakan untuk mendukung kebutuhan subsidi BBM bagi masyarakat.

        "Sehingga apa? Sehingga kekuatan untuk dolar cukup tinggi dan ini berdapak negatif terhadap mata uang rupiah," kata Ibrahim.

        Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.613 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

        Baca Juga: Purbaya Minta Masyarakat Jangan Panik Soal Rupiah: Tak Akan Sejelek 98

        Ibrahim menambahkan, pelemahan rupiah yang berpotensi berada di Rp18.000 tersebut membuat Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan menyesuaikan suku bunga acuannya pada rapat dewan gubernur (RDG) Juli mendatang. Ia memperkirakan BI akan menaikan suku bunga hingga 50 basis poin.

        "Dalam kondisi saat ini sangat sulit Bank Indonesia apakah tetap mempertahankan suku bunga atau menaikkan suku bunga tapi ada kemungkinan besar dalam bulan Mei ini pertemuan Bank Sentral Indonesia akan menaikkan suku bunga tujuannya adalah untuk menestabilkan mata uang rupiah," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: