Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anak-anak Pakai Kode Morse di Roblox, Pembatasan Fitur Chat Perlu Dilakukan

        Anak-anak Pakai Kode Morse di Roblox, Pembatasan Fitur Chat Perlu Dilakukan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Fenomena anak-anak menggunakan kode morse di platform gim Roblox mulai menjadi sorotan di tengah meningkatnya pengawasan terhadap aktivitas digital anak. Kode morse ini disebut digunakan untuk berkomunikasi secara tersembunyi agar lolos dari sistem filter percakapan otomatis yang diterapkan platform.

        Tren tersebut menjadi tantangan baru dalam upaya perlindungan anak di ruang digital. Hal ini menunjukkan bagaimana pengguna muda kerap mencari celah baru untuk tetap berinteraksi meski fitur komunikasi telah dibatasi.

        Analis Hukum Ahli Pertama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Hendro Sulistiono, mengatakan pembatasan akses terhadap fitur tertentu justru kerap memicu rasa penasaran anak-anak untuk mencari celah komunikasi baru.

        “Ketika kita melarang sebuah produk atau kita melarang akses ke titik tertentu, itu justru akan menarik bagi anak-anak,” ujar Hendro dalam diskusi di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

        Menurut Hendro, perlindungan anak di internet tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun platform digital semata. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan perlu terlibat, mulai dari regulator, pelaku industri, orang tua, hingga masyarakat.

        “Perlindungan anak itu memang tidak bisa hanya berfokus kepada salah satu stakeholder. Banyak stakeholder, dari pemerintah, pembuat kebijakan, pelaku industri yang menyediakan platformnya, orang tua, sampai masyarakat itu sendiri,” katanya.

        Baca Juga: Jadi yang Pertama, Roblox Patuhi Aturan Perlindungan Anak PP TUNAS di Indonesia

        Baca Juga: Roblox Resmi Patuhi PP Tunas, Lengkapi 8 Platform Tahap Awal

        Ia menjelaskan regulasi pemerintah saat ini memang menitikberatkan tanggung jawab kepada platform digital untuk menyediakan teknologi perlindungan dan sistem keamanan yang memadai. Namun, penyalahgunaan fitur oleh pengguna tetap harus dilihat secara kasus per kasus.

        “Memang pembentukan regulasi itu menitikberatkan kepada platform. Di mana tanggung jawab teman-teman platform adalah menyediakan teknologinya,” ujar Hendro.

        “Terkait bagaimana teknologi itu nanti disalahgunakan atau tidak, kita harus melihatnya memang case by case, apakah ada kesengajaan atau pembiaran dari teman-teman platform,” lanjutnya.

        Hendro juga menyinggung fitur pembatasan percakapan yang diklaim sudah diterapkan Roblox untuk akun anak-anak melalui Roblox Kids dan Roblox Select. Meski demikian, Komdigi masih akan mendalami bagaimana kode morse tersebut bisa digunakan untuk menghindari moderasi percakapan otomatis.

        Baca Juga: Implementasikan PP TUNAS, Komdigi Tunggu Keseriusan Roblox Dua Hari ke Depan

        Baca Juga: Cara Daftar Roblox Teen Council Asia, Dibuka Hingga 5 Juni 2026

        “Terkait Roblox sendiri, sementara berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Roblox, semestinya ketika dia di Roblox Kids dan Roblox Select itu ada pembatasan fitur chat,” kata dia.

        “Saya kurang tahu ini nanti bisa kami analisa lebih dalam. Morse ini digunakan di Roblox yang mana,” tambah Hendro.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: