- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kementerian ESDM Kaji Isu Penundaan Impor Batu Bara China, APBI: Ekspor Masih Berjalan Normal
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kabar sejumlah importir China menunda pembelian batu bara dari Indonesia setelah pemberlakuan skema ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah masih mengumpulkan informasi dan melakukan verifikasi atas laporan tersebut.
"Kita cek dulu," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan bahwa sejumlah pembeli batu bara di China menunda impor untuk pengiriman Juni 2026. Mengutip Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China (CCTD), langkah tersebut dilakukan menyusul kebijakan Indonesia yang memusatkan ekspor sejumlah komoditas, termasuk batu bara.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa penerapan aturan ekspor batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sejak 1 Juni 2026 dinilai memperlambat proses transaksi, mendorong kenaikan harga, serta memperketat pasokan. Penilaian tersebut disampaikan oleh analis CCTD, Ma Yanxu.
Menanggapi kekhawatiran bahwa kehadiran DSI berpotensi menghambat ekspor komoditas strategis nasional, Yuliot menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi secara menyeluruh guna mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul.
"Tentu kita akan mengkaji secara keseluruhan," tandasnya.
Baca Juga: ESDM Siapkan Penyesuaian Kebijakan Jaga Ekspor Batubara di Tengah Skema Ekspor Satu Pintu
Di sisi lain, pelaku usaha batu bara nasional mengaku belum melihat adanya indikasi perlambatan permintaan dari pasar China. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menyatakan aktivitas ekspor anggota asosiasi masih berlangsung normal.
"Kita harus cek dulu. Jadi sejauh ini dari anggota kami, ekspor masih berjalan seperti biasa," kata Gita saat ditemui dalam acara Indonesia Critical Minerals 2026 di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Meski demikian, data perdagangan menunjukkan tren pelemahan ekspor batu bara Indonesia pada awal tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor batu bara sepanjang Januari-April 2026 tercatat sebesar 114,54 juta ton, turun 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 122,76 juta ton.
Pemerintah dan pelaku industri kini mencermati perkembangan implementasi kebijakan ekspor melalui DSI untuk memastikan kelancaran arus perdagangan batu bara Indonesia di pasar global, terutama di tengah posisi China sebagai salah satu pasar ekspor terbesar bagi komoditas tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Istihanah