Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Respons OJK Usai Prabowo Minta Kredit Murah Bunga 5 Persen

        Respons OJK Usai Prabowo Minta Kredit Murah Bunga 5 Persen Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara terkait arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta bank-bank pelat merah menyalurkan kredit rakyat dengan bunga maksimal 5 persen. Program tersebut dinilai bisa menjadi dorongan besar bagi perekonomian nasional sekaligus membuka akses pembiayaan lebih luas bagi masyarakat kecil.

        Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan kebijakan kredit murah itu memiliki dampak positif jika dijalankan dengan tata kelola dan manajemen risiko yang tepat.

        ​"Pemerintah senantiasa bertujuan menghadirkan berbagai program yang berdampak positif dalam menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (17/5). 

        Menurut Dian, program kredit rakyat berbunga rendah juga bisa menjadi peluang bisnis berkelanjutan bagi industri perbankan. Dengan begitu, masyarakat berpenghasilan rendah hingga kelompok unbankable dapat memperoleh akses pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau.

        Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih, Siapkan Kredit Murah untuk Rakyat

        Namun, ia menegaskan bank tetap harus memperhatikan kualitas tata kelola serta manajemen risiko dalam menjalankan program tersebut.

        “Dengan begitu, kredit berbunga rendah itu dapat menjadi program yang berkesinambungan sesuai risk appetite dan expertise bank,” ujarnya.

        OJK juga meminta bank melakukan pengawasan ketat untuk mengantisipasi potensi risiko kredit. Salah satunya melalui pelaksanaan stress test secara berkala guna memastikan kondisi permodalan dan kualitas aset tetap sehat di berbagai situasi ekonomi.

        Selain itu, perbankan diminta menyediakan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi kredit macet. Proses penyaluran kredit juga tetap wajib menerapkan prinsip 5C, yakni Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy.

        "OJK akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholders lainnya agar pelaksanaan program kredit rakyat tepat sasaran dan termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan," jelas Dian.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo menyoroti tingginya bunga pinjaman yang selama ini membebani masyarakat kecil. Dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5), Prabowo menyebut bunga pinjaman rakyat bisa mencapai 70 persen per tahun.

        Baca Juga: OJK Bongkar Fakta: Anak Muda Jadi Penyumbang Terbesar Kredit Macet Pinjol

        "Saudara-saudara sekalian selama ini rakyat kecil kalau pinjem uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjem uang bunganya bisa 70% setahun," kata Prabowo.

        Karena itu, Prabowo mengaku telah memerintahkan bank-bank milik negara untuk menyiapkan skema kredit murah dengan bunga maksimal 5 persen.

        "Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%," ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: