Ditanya Soal Sosok Xi Jinping, Trump Tak Sebut Diktator dan Justru Kritik Joe Biden
Kredit Foto: Reuters
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungkap isi pembicaraannya dengan Presiden Cina, Xi Jinping, yang membahas berbagai isu strategis mulai dari Taiwan, Iran, perdagangan, hingga serangan siber antara kedua negara.
“Dia tidak ingin melihat perjuangan untuk kemerdekaan (Taiwan ) karena itu akan menjadi konfrontasi yang sangat kuat,” ujar Trump di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Jumat (15/5/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan konflik antara Amerika Serikat dan Cina terkait Taiwan, Trump menilai hal tersebut tidak akan terjadi. Menurut dia, Xi juga tidak menginginkan perang.
Ketika ditanya apakah dirinya menganggap Xi sebagai diktator, Trump berkelit. Ia justru memuji Xi sebagai sosok cerdas dan pemimpin yang mencintai negaranya.
“Saya menghormatinya. Dia sangat pintar. Dia mencintai negaranya,” kata Trump.
Trump kemudian justru mengkritik mantan Presiden AS, Joe Biden, terutama terkait kesepakatan nuklir Iran yang menurutnya memberi peluang bagi Teheran mengembangkan senjata nuklir.
Selain Taiwan, Trump juga mengungkap pembahasan mengenai Iran. Ia menyebut Xi secara tegas menolak Iran memiliki senjata nuklir.
Baca Juga: Kebijakan Trump Soal EV Bikin Honda Rugi Pertama Kali Sejak 1957, tapi Saham Naik
“Dia mengatakan dengan sangat kuat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.
Trump juga menyinggung situasi di Selat Hormuz. Menurut dia, Cina berkepentingan agar jalur tersebut tetap terbuka karena sekitar 40 persen kebutuhan energi Cina melewati kawasan itu.
Trump mengklaim Amerika Serikat tidak bergantung pada jalur tersebut dan menegaskan negaranya memiliki kendali kuat melalui blokade yang disebutnya efektif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: