Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Jujur Alasan Pertahankan Program MBG Meski Sudah Banjir Hujatan

        Prabowo Jujur Alasan Pertahankan Program MBG Meski Sudah Banjir Hujatan Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah tetap mempertahankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski dihujani kritik dari berbagai pihak.

        Program unggulan tersebut dinilai masih menyimpan banyak persoalan di lapangan, mulai dari pelaksanaan hingga penggunaan anggaran yang disebut membebani fiskal negara.

        Prabowo pun tak menampik adanya berbagai kendala dalam pelaksanaan MBG. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan mundur dan justru akan membenahi program tersebut secara serius.

        “Banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan," kata Prabowo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (18/5).

        Di tengah derasnya kritik, Prabowo mengaku banyak menerima dukungan langsung dari masyarakat kecil. Menurutnya, warga desa hingga petani merasa sangat terbantu dengan keberadaan program tersebut.

        "Saya ketemu rakyat kecil, petani 'Pak, tolong pak MBG jangan diberhentikan ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya'," ujar Prabowo.

        Ia mengatakan MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat dari desa hingga sektor industri nasional.

        Baca Juga: Purbaya Pasang Badan, Kritik MBG dan Kopdes Dibalas Menohok

        Sorotan terhadap MBG juga datang dari sisi anggaran. Program tersebut disebut membutuhkan dana jumbo dan dikhawatirkan membebani keuangan negara.

        Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal Indonesia masih aman dan terkendali.

        "Kan fiskal kita masih bisa dikendalikan di bawah 3% PDB. Tahun lalu bukan 2,9 loh, 2,8% dari PDB defisitnya. Jadi nggak ada masalah. Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa," kata Purbaya kepada wartawan, Senin (18/5).

        Purbaya bahkan membandingkan kondisi fiskal Indonesia dengan sejumlah negara Eropa yang memiliki rasio utang jauh lebih tinggi.

        "Jadi kalau ekonom memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh kebijakan negara-negara Eropa berapa defisitnya. Utangnya berapa. Itu mendekati 100% semua dari PDB, utang kita masih 40. Kita masih bagus, harusnya ekonom memuji kita," ujar Purbaya.

        Baca Juga: Rupiah Jebol Lagi ke Rekor Terlemah, Purbaya: Nggak Apa-apa...

        Ia memastikan pemerintah telah menghitung seluruh kebutuhan pembiayaan MBG secara matang agar tidak mengganggu program pembangunan lainnya.

        "Semuanya sudah kita hitung dengan, dengan baik. Termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain," terangnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: