Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Pasang Badan, Kritik MBG dan Kopdes Dibalas Menohok

Purbaya Pasang Badan, Kritik MBG dan Kopdes Dibalas Menohok Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal kritik sejumlah ekonom terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berpotensi membebani fiskal negara.

Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih dalam batas aman. Ia bahkan menyebut defisit anggaran Indonesia jauh lebih baik dibanding banyak negara Eropa yang justru memiliki rasio utang sangat tinggi.

"Kan fiskal kita masih bisa dikendalikan di bawah 3% PDB. Tahun lalu bukan 2,9 loh, 2,8% dari PDB defisitnya. Jadi nggak ada masalah. Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa," kata Purbaya kepada wartawan, Senin (18/5).

Ia menilai kritik yang menyebut kebijakan fiskal pemerintah berantakan tidak berdasar. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia justru masih jauh lebih sehat dibanding sejumlah negara maju.

Baca Juga: Rupiah Jebol Lagi ke Rekor Terlemah, Purbaya: Nggak Apa-apa...

"Jadi kalau ekonom memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh kebijakan negara-negara Eropa berapa defisitnya. Utangnya berapa. Itu mendekati 100% semua dari PDB, utang kita masih 40. Kita masih bagus, harusnya ekonom memuji kita," ujar Purbaya.

Purbaya memastikan seluruh program pemerintah, termasuk MBG dan Kopdes, telah diperhitungkan secara matang tanpa mengorbankan program pembangunan lainnya.

"Semuanya sudah kita hitung dengan, dengan baik. Termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain," terangnya.

Ia juga menegaskan pemerintah telah mengatur skema anggaran dengan hati-hati, termasuk dalam pengelolaan subsidi energi dan BBM agar tetap terkendali.

"Kita atur dengan baik termasuk subsidi segala macam, BBM. Jadi kita sudah hitung dengan teliti, jadi Anda nggak usah khawatir," tambah Purbaya.

Program MBG sendiri saat ini terus diperluas pemerintah. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 61.991.412 orang atau sekitar 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima.

Baca Juga: Prabowo Siap Copot Pengelola MBG Bermasalah: Imannya Tidak Kuat Berurusan dengan Uang

Selain itu, jumlah Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) juga terus bertambah dan kini tercatat mencapai 28.390 unit yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir April 2026, jumlah KDKMP di seluruh Indonesia telah mencapai 83.363 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 74.781 unit merupakan Koperasi Desa, sedangkan sisanya merupakan Koperasi Kelurahan yang dibentuk untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri