Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG dan Rupiah Ambruk Namun Coffee Shop Penuh, Kondisi Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan

        IHSG dan Rupiah Ambruk Namun Coffee Shop Penuh, Kondisi Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Namun di tengah tekanan ekonomi tersebut, aktivitas masyarakat di pusat nongkrong seperti coffee shop justru dinilai tetap ramai.

        Fenomena itu menjadi sorotan netizen di media sosial setelah akun X @wewkarin mempertanyakan kondisi ekonomi masyarakat yang tampak tidak terdampak pelemahan pasar keuangan.

        Baca Juga: Ada Kepentingan Asing di Balik Ambruknya Saham IHSG dan Rupiah? Isu Nikel Jadi Sorotan

        “Rupiah melemah, ekonomi katanya sulit… tapi coffee shop tetep penuh. Kalian dapet uang dari mana sih?” tulis akun tersebut.

        Unggahan itu langsung memicu berbagai tanggapan dari netizen lain. Sebagian menilai kondisi tersebut merupakan fenomena masyarakat yang tetap mencari hiburan murah di tengah tekanan ekonomi.

        “Ini fenomena lipstick something gitu, jadi karena semua makin mahal cari hiburan yang dianggap mampu dan murah. Justru ini tanda bahaya kak,” balas salah satu netizen.

        Netizen lain menilai tidak semua lapisan masyarakat merasakan dampak ekonomi secara merata.

        “Liat story temen-temen yang kerja di BUMN atau pemerintah sih kayaknya dari pas Covid 2020 hidupnya gak ngefek sama sekali,” tulis netizen lainnya.

        Ada pula yang menilai isu pelemahan ekonomi selalu menjadi pembahasan musiman di media sosial.

        “Itu isu tahunan kak, coba aja cek medsos, bulan-bulan April-Mei isinya orang posting ekonomi sulit, ntar juga ilang sendiri,” timpal netizen lain.

        Sementara sebagian netizen menilai kondisi riil ekonomi lebih terlihat dari aktivitas di pasar tradisional dibanding pusat nongkrong modern.

        “Kalau mau cek ekonomi, lihat transaksi di pasar tradisional. Dari situ bisa dinilai apakah ekonomi lagi bagus atau lesu,” tulis salah satu pengguna X.

        Sorotan netizen itu muncul setelah rupiah kembali melemah ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pasar spot turun ke Rp17.712 per dolar AS atau melemah 0,24 persen dibanding posisi sebelumnya Rp17.668 per dolar AS.

        Pelemahan tersebut menjadi yang terdalam di kawasan Asia sepanjang 2026, dengan depresiasi mencapai sekitar 5,82 persen sejak akhir 2025.

        Di saat bersamaan, IHSG juga dibuka di zona merah. Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG turun 0,35 persen ke level 6.576,07 pada pukul 09.25 WIB.

        Baca Juga: IHSG Berpotensi Ambruk Lagi Gegara Efek Keputusan FTSE, BEI: Konsekuensi yang Mesti Diterima

        Meski pasar keuangan mengalami tekanan, aktivitas konsumsi masyarakat di sejumlah sektor gaya hidup masih terlihat berjalan normal dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: