Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.
Dalam video di akun X pribadinya, Anies menyoroti pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap masyarakat.
“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak,” ujar Anies, dikutip Rabu (20/5).
Ia meminta pemerintah untuk jujur kepada publik dan tidak memberikan “obat tidur” berupa narasi menenangkan tanpa solusi nyata.
“Berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya. Sampaikan masalah dengan jujur. Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten. Pimpin secara solid, ajeg, dan dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itu yang akan menenangkan rakyat,” imbuhnya.
Menurut Anies, dalam situasi penuh tekanan saat ini, hal yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kepastian kebijakan, bukan sekadar ketenangan semu.
“Dalam situasi seperti ini yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula. Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran. Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa,” katanya.
Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi netizen. Salah satunya akun @AhmadShiddiqN yang menyebut Anies sebagai oposisi terbaik bagi Prabowo.
“Oposisi terbaik presiden saat ini adalah suara pak @aniesbaswedan karena setiap ucapannya hampir setiap kali akan mendapat respons langsung,” tulisnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh Arab Saudi
Baca Juga: Anies Baswedan Blak-blakan: Kondisi Negeri Ini Tidak Baik-Baik Saja
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah saat ini masih mengalami tren pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan hari ini, Rabu, 20 Mei 2026, kurs rupiah di pasar spot sempat dibuka kian terpuruk hingga menembus level Rp17.738 hingga Rp17.743 per dolar AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: