Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BYD Akali Pengendara Indonesia yang Masih Nyaman Pakai Bensin dengan Dual Mode

        BYD Akali Pengendara Indonesia yang Masih Nyaman Pakai Bensin dengan Dual Mode Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dalam lima tahun terakhir hingga April 2026, penjualan mobil listrik Indonesia terus menunjukkan kenaikan. Penjualan di dalam negeri tercatat hanya 687 unit di tahun 2021 dan melonjak tajam menjadi 47.781 unit di tahun 2026 antara Januari hingga April.

        Melihat data tersebut, dapat terlihat bahwa masyarakat Indonesia relatif terbuka terhadap elektrifikasi. Namun, dengan presentase masih jauh di bawah 50 persen dari keseluruhan penjualan mobil nasional, sebagian besar masyarakat Indonesia masih cukup nyaman dengan kendaraan berbasis minyak.

        Beberapa kekhawatiran seperti ketersediaan infrastruktur pengisian daya hingga fluktuasi harga bahan bakar masih jadi pertimbangan banyak konsumen sebelum beralih ke EV murni.

        Menjawab tantangan tersebut, BYD menghadirkan Teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia untuk menjawab kebutuhan mobilitas di masa transisi menuju kendaraan elektrifikasi.

        Berbeda dari sistem hybrid konvensional yang masih mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama, teknologi Dual Mode BYD mengusung konsep Electric-First. Dalam pendekatan ini, motor listrik menjadi sumber tenaga utama untuk menggerakkan roda, sementara mesin bensin mengambil fungsi pendukung sebagai generator pengisian daya baterai atau tambahan tenaga ketika dibutuhkan.

        Teknologi tersebut bekerja melalui tiga mode otomatis.

        Pertama, EV Mode, yang membuat kendaraan berjalan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Mode ini dirancang untuk kondisi lalu lintas perkotaan, menghasilkan kabin lebih senyap sekaligus bebas emisi.

        Kedua, HEV Series Mode. Saat kapasitas baterai mulai menurun, mesin bensin akan aktif secara otomatis untuk mengisi daya baterai, sementara penggerak roda tetap berasal dari motor listrik.

        Ketiga, HEV Parallel Mode. Pada situasi yang membutuhkan performa lebih tinggi, seperti menyalip kendaraan lain di jalan tol atau melintasi tanjakan, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan menghasilkan akselerasi lebih responsif.

        Sistem Dual Mode ini telah melalui proses riset sejak 2008 lewat peluncuran BYD F3 DM, yang menjadi tonggak awal pengembangan sistem plug-in hybrid berbasis efisiensi listrik. 

        Secara global, teknologi Dual Mode BYD telah digunakan lebih dari 7 juta pengguna. Kendaraan berbasis teknologi ini juga menyumbang sekitar 45% hingga 47% dari total 16 juta kendaraan energi baru (NEV) yang diproduksi BYD di seluruh dunia.

        Baca Juga: BYD Rekrut Eks Insinyur Nissan demi Garap Mobil Listrik Kei Car di Jepang

        Untuk pasar domestik, teknologi Dual Mode dipadukan dengan mesin 1.5 liter dan motor penggerak elektrik EHS 5.0 berkecepatan tinggi hingga 15.000 rpm.

        Kombinasi tersebut diklaim menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter, dengan total jarak tempuh gabungan lebih dari 1.800 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.

        Di Indonesia, BYD bersama DENZA mencatat penguasaan sekitar 40% pangsa pasar EV nasional dengan penjualan lebih dari 19.200 unit hingga April 2026. Saat ini, sebanyak 90.000 kendaraan BYD telah beroperasi di Indonesia dengan dukungan 85 showroom yang tersebar di 49 kota.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: