Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Buka 118 Blok Migas Baru, Bahlil Cari Investor Serius Garap Potensi Energi RI

        Buka 118 Blok Migas Baru, Bahlil Cari Investor Serius Garap Potensi Energi RI Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menyiapkan gelombang besar investasi baru di sektor hulu migas dengan membuka 118 wilayah kerja (WK) migas untuk eksplorasi dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah masih melihat potensi cadangan minyak dan gas Indonesia sangat besar dan belum tergarap optimal.

        Pengumuman tersebut disampaikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di sela pembukaan Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, dikutip Jumat (22/5/2026).

        “Saya ingin mengumumkan untuk kita akan membuka tender ada sekitar 118 blok baru untuk yang melakukan eksplorasi,” kata Bahlil.

        Menurut Bahlil, dari total 118 area potensial tersebut, sebanyak 25 area telah resmi menjadi wilayah kerja dan menandatangani kontrak. Kemudian, 43 area masih berada pada tahap joint study atau studi bersama, sementara 50 area lainnya siap ditawarkan untuk studi bersama maupun akuisisi data.

        Pemerintah pun membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor global maupun domestik yang memiliki kemampuan teknologi dan pendanaan untuk masuk ke sektor migas nasional.

        “Silahkan yang melakukan joint study. Ini saya buka secara umum. Siapa saja boleh. Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi. Kalian punya duit. Kalian punya keseriusan. Silahkan kelola ini hasil yang ada untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” jelas Bahlil.

        Selain mengumumkan rencana pembukaan 118 blok migas baru, IPA Convex 2026 juga menjadi panggung penandatanganan sejumlah kontrak strategis di sektor energi, mulai dari pengelolaan wilayah kerja migas hingga pengembangan Carbon Capture Storage (CCS).

        Sebanyak delapan kontrak wilayah kerja migas hasil lelang resmi diteken dalam ajang tersebut. Beberapa di antaranya memiliki potensi cadangan jumbo, terutama di kawasan Papua dan Laut Andaman.

        Wilayah kerja dengan potensi terbesar di antaranya WK Southwest Andaman yang dikelola Mubadala Energy dengan estimasi cadangan mencapai 3 TCF gas, disusul WK Jalu sebesar 2,9 TCF dan WK Barong sebesar 2,9 TCF.

        Sementara itu, WK Bintuni di Papua Barat yang digarap konsorsium BP dan CNOOC diperkirakan menyimpan cadangan sekitar 2,1 TCF gas. Adapun WK Gagah di Sumatera Selatan memiliki potensi 173 juta barel minyak atau setara 1,1 TCF gas.

        Baca Juga: ESDM Boyong 10 WK di Gelaran IPA Convex 2026, Berikut Detilnya

        Baca Juga: BPMA Kini Terlibat Langsung Kelola Blok Migas Laut Dalam di Atas 12 Mil

        Selain kontrak wilayah kerja migas, pemerintah juga menyaksikan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis lain, termasuk pengembangan proyek LNG Abadi, kerja sama LNG North Hub bersama PGN Group, hingga nota kesepahaman pengembangan CCS lintas negara yang melibatkan Pertamina Hulu Energi (PHE), ExxonMobil, SK Innovation, dan SK Earthon.

        Langkah agresif pemerintah membuka ratusan area migas baru ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menarik investasi eksplorasi di tengah kebutuhan peningkatan produksi migas domestik dalam jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: