Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ramai Lagu MBG Bahlil Ganteng, Brent Crude Oil Terjun Bebas ke USD 98

        Ramai Lagu MBG Bahlil Ganteng, Brent Crude Oil Terjun Bebas ke USD 98 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jagat maya tengah dihebohkan dengan lagu humor berjudul MBG alias Mas Bahlil Ganteng. Lagu yang ramai memenuhi FYP TikTok itu kini menjadi trending topik di platform X.

        Seorang netizen dengan akun X @MYasfika bahkan mengaitkan momen viralnya lagu tersebut dengan turunnya harga brent crude oil atau minyak mentah Brent.

        “Oil turun bersamaan dengan ramainya lagu My Litle Bolu Ketan (Buahlil),” tulisnya, Senin (25/5).

        Saat ini, harga minyak mentah Brent tercatat merosot sekitar 4,5% hingga menyentuh level USD 98,83 per barel. Angka ini merupakan titik terendah dalam dua pekan terakhir setelah sebelumnya sempat melonjak tinggi.

        Penurunan harga dipicu oleh optimisme tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pasar merespons positif sinyal bahwa kedua negara semakin dekat dengan kesepakatan diplomatik

        Baca Juga: 'Temuan Kakap', Pemerintah Umumkan Penemuan Gas Alam dan Minyak Bumi Terbesar dalam 15 Tahun Terakhir

        Baca Juga: Rudy Mas’ud Viral Dikritik, Bahlil: Ketua Golkar Tak Boleh Mundur!

        Rencana kesepakatan tersebut mencakup peluang dibukanya kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi seperlima pasokan minyak dunia. Jika blokade dibuka, kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan global langsung mereda.

        "JUST IN: Brent crude oil falls 5% as US and Iran negotiate deal to reopen Strait of Hormuz and end war. (BARU SAJA: Minyak mentah Brent turun 5% saat AS dan Iran bernegosiasi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang)," tulis akun @WatcherGuru.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: