Kredit Foto: Istimewa
China semakin memperkuat dominasinya di pasar kendaraan listrik global. Untuk pertama kalinya, produsen mobil asal China berhasil menguasai lebih dari 15 persen penjualan mobil listrik di pasar European Union pada April 2026.
Menurut data analis Dataforce yang dikutip Bloomberg, penjualan mobil listrik murni dari produsen seperti BYD dan Chery melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 38.281 unit.
Tak hanya kendaraan listrik penuh, merek-merek China juga menunjukkan kekuatan besar di segmen plug-in hybrid dengan penguasaan hampir 29 persen pangsa pasar pada April lalu.
Secara keseluruhan, merek otomotif China kini mendekati pangsa 10 persen dari total pasar mobil Eropa. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat mengingat pada 2021 produsen China hanya menjual beberapa ribu unit kendaraan listrik per bulan di kawasan tersebut.
Pabrikan China dinilai agresif memanfaatkan celah pasar di Eropa, terutama dengan menawarkan mobil listrik berharga lebih terjangkau namun tetap unggul dalam teknologi. Kondisi itu membuat konsumen yang sensitif terhadap harga mulai beralih dari merek Eropa ke kendaraan asal China.
Ekspansi global ini juga menjadi langkah penting bagi produsen otomotif China di tengah perang harga yang semakin ketat di pasar domestik mereka, yang terus menekan margin keuntungan.
Selain menghadirkan model baru, beberapa produsen juga mulai membawa sub-brand premium ke Eropa. BYD, misalnya, mulai memperkenalkan Denza untuk menyasar konsumen kelas atas.
Baca Juga: Pengguna Kendaraan Listrik di Jawa Barat Melonjak, SPKLU Naik 400 Persen
Untuk memperkuat posisinya di Eropa sekaligus menghindari tarif impor kendaraan listrik, sejumlah produsen China mulai membangun fasilitas produksi lokal.
BYD diketahui tengah membangun pabrik di Eropa, sementara produsen lain mencoba bekerja sama atau mengambil alih fasilitas produksi milik pabrikan Eropa yang tidak terpakai optimal.
Stellantis bahkan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen China seperti Leapmotor dan Dongfeng Motor untuk berbagi fasilitas produksi.
Menariknya, tarif impor kendaraan listrik asal China yang diberlakukan Uni Eropa sejauh ini belum mampu memperlambat laju pertumbuhan mereka. Produsen China tetap dianggap unggul karena menawarkan mobil dengan harga lebih kompetitif serta teknologi yang menarik.
Di United Kingdom, merek seperti Jaecoo dan Omoda bahkan menjadi sangat populer. Sekitar satu dari tujuh mobil yang dibeli di Inggris kini merupakan kendaraan buatan China.
Baca Juga: Teknologi Mobil China Terbaru, Mobil Bisa Ganti Ban Tanpa Pakai Dongkrak
SUV Jaecoo 7 sempat menjadi mobil terlaris di Inggris pada Maret lalu. Model tersebut bahkan dijuluki “Temu Range Rover” karena dianggap menawarkan desain premium ala Range Rover dengan harga jauh lebih terjangkau.
CEO Auto Trader Group, Nathan Coe, menilai konsumen Inggris cenderung lebih terbuka terhadap merek baru dibandingkan pasar lain.
Menurut dia, kombinasi harga terjangkau, desain menarik, serta jarak tempuh yang kompetitif membuat mobil-mobil China semakin sulit dibendung di pasar Eropa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: