Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        FDA Setujui Insulin Basal Mingguan Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2

        FDA Setujui Insulin Basal Mingguan Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2 Kredit Foto: Pexels/Artem Podrez
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat seiring tantangan kepatuhan pengobatan yang masih tinggi. Di tengah kondisi tersebut, perusahaan farmasi Novo Nordisk mengumumkan persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat terhadap insulin basal kerja panjang mingguan untuk pasien dewasa dengan diabetes tipe 2.

        Berdasarkan data International Diabetes Federation Diabetes Country Report 2000-2050, lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalani terapi dinilai masih menjadi tantangan utama pengobatan penyakit tersebut.

        Studi yang dipublikasikan dalam Marmara Pharmaceutical Journal 2025 menunjukkan sebanyak 43,4% pasien diabetes tipe 2 merasa terbebani dengan rutinitas pengobatan harian. Sementara 28,4% pasien mengaku sering lupa menjalani terapi.

        Kondisi itu dinilai membuat kebutuhan terhadap terapi yang lebih sederhana semakin meningkat, termasuk alternatif insulin basal mingguan yang baru mendapat persetujuan FDA Amerika Serikat.

        Novo Nordisk menyebut insulin basal mingguan tersebut menjadi opsi terapi baru bagi pasien diabetes tipe 2 dewasa yang selama ini bergantung pada suntikan insulin basal harian.

        Insulin basal kerja panjang dengan injeksi 700 units/mL itu diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga guna membantu meningkatkan kontrol glikemik atau kadar gula darah pasien diabetes tipe 2 dewasa.

        Persetujuan FDA diberikan berdasarkan hasil program uji klinis ONWARDS phase 3a untuk diabetes tipe 2 dengan skema injeksi mingguan yang melibatkan sekitar 2.680 pasien dewasa diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.

        Dalam program tersebut, insulin basal mingguan dibandingkan dengan insulin basal harian melalui empat uji acak active-controlled dan treat-to-target. Hasilnya menunjukkan penurunan kadar HbA1c yang sebanding antara insulin mingguan dan insulin harian.

        Novo Nordisk juga menyebut profil keamanan insulin basal mingguan secara keseluruhan konsisten dengan insulin basal harian yang telah digunakan sebelumnya.

        Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar mengatakan persetujuan FDA tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat inovasi terapi diabetes di tengah tingginya kebutuhan insulin global.

        Baca Juga: Inflasi Medis Masih Bayangi Industri Asuransi Kesehatan

        Baca Juga: UHN Gandeng Harvard Medical School dan CISDI Luncurkan Pusat Riset Layanan Kesehatan Primer 'PHIL'

        “Langkah Novo Nordisk dalam menyediakan insulin basal mingguan mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mengedepankan inovasi perawatan kesehatan dan memperkuat dukungan untuk orang dengan diabetes. Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari,” ujar Mike Doustdar dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

        Perusahaan menilai insulin basal mingguan berpotensi menjadi alternatif terapi yang lebih sederhana untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien diabetes.

        Novo Nordisk menyatakan telah menghadirkan berbagai terapi diabetes di Indonesia selama lebih dari dua dekade, termasuk insulin koformulasi dan terapi GLP-1 untuk diabetes tipe 2 serta obesitas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: