Kredit Foto: Ist
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, menyoroti fenomena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus terjadi belakangan ini.
Per hari ini dolar, pada Selasa 26 Mei 2026 mata uang rupiah dibuka melemah sebesar Rp17.749 per dollar Amerika Serikat (AS).
Melalui akun Instagram pribadinya, Ganjar mengajak masyarakat untuk ikut urun rembuk dan memberikan solusi jitu guna menyelamatkan rupiah.
Uniknya, ajakan tersebut disampaikan Ganjar di sela-sela ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada para pengikutnya di media sosial.
"Selamat berpuasa buat kawan-kawan yang sedang menjalani. Siapa tahu ada yang punya saran jitu dan jago soal mengelola Rp," tulis Ganjar dalam unggahan terbarunya.
Dalam unggahan tersebut, Ganjar membeberkan tiga langkah darurat yang sebenarnya sudah dan sedang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) serta pemerintah untuk menahan kejatuhan rupiah. Namun, nyatanya langkah strategis dan sekian kebijakan telah dilakukan pemerintah dan BI tetapi belum bisa menguatkan mata uang Garuda.
"1. Intervensi harian sudah. Btw ada yang tahu jumlahnya?
2. Pembatasan Dolar AS: Kebijakan memperketat pembelian dolar AS yang terus merosot tajam. "Pembatasan pembelian $ US sudah: dari 100.000 turun 50.000 turun lagi 25.000," paparnya mengenai kuota pembelian.
3. Kenaikan Suku Bunga: Langkah agresif Bank Indonesia yang telah mengerek suku bunga acuan (BI Rate) hingga menyentuh angka 5,25 persen.
Di akhir unggahannya, Ganjar juga mengkhawatirkan dampak riil dari pelemahan rupiah ini terhadap isi dompet masyarakat kecil, terutama terkait potensi lonjakan harga barang impor (imported inflation).
Ia pun melemparkan pertanyaan langsung kepada netizen untuk memantau kondisi ekonomi di akar rumput secara langsung, sekaligus memicu gerakan saling bantu demi bangsa.
"Bagaimana harga kebutuhan pokok di tempatmu? Ayo kita bantu Indonesia," pungkas Ganjar.
Unggahan ini pun langsung diserbu oleh ribuan komentar dari warganet. Banyak netizen yang ikut membagikan kondisi harga pangan di daerah masing-masing, sementara sebagian lainnya mencoba memberikan analisis dan saran ekonomi terkait pengelolaan mata uang di tingkat nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: