Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ganjar Pasang Badan untuk Tiyo Ardianto, 'Warga Kritis Dianggap Kubu Sebelah, itu Trik Hindari Substansi Persoalan'

Ganjar Pasang Badan untuk Tiyo Ardianto, 'Warga Kritis Dianggap Kubu Sebelah, itu Trik Hindari Substansi Persoalan' Kredit Foto: Antara/Jessica Wuysang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, angkat bicara mengenai tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut gelombang aksi unjuk rasa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditunggangi oleh elite partainya.

Ganjar menegaskan bahwa kritik publik seharusnya dijawab dengan data dan argumentasi, bukan dengan pelabelan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar sebagai respons atas konferensi pers Aliansi BEM Bersatu yang mengklaim adanya indikasi keterlibatan aktor politik praktis dan jejaring elite PDIP di balik gerakan penolakan program unggulan pemerintah tersebut.

"Melabeli aktivis atau warga yang kritis sebagai bagian dari kubu politik tertentu adalah cara paling mudah untuk menghindari substansi persoalan," ujar Ganjar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu meminta seluruh pihak lebih fokus pada substansi kritik dan evaluasi terhadap program yang dipersoalkan publik.

"Kalau ada kritik, jawab dengan data. Kalau ada masukan, respons dengan kebijakan. Jangan membangun narasi seolah-olah hanya pendukung pemerintah yang boleh berbicara, sementara yang kritis pasti dianggap lawan politik," tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, memaparkan dugaan keterlibatan sejumlah tokoh yang disebut memiliki kedekatan dengan PDIP dalam aksi penolakan MBG. Salah satu nama yang disebut adalah Andi Widjajanto yang diklaim sempat terlihat berada di tengah massa aksi.

Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti kendaraan yang digunakan oleh pimpinan aksi, Tiyo Ardianto.

"Mobil Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," ujar Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta.

Rahmat menilai terdapat indikasi keterlibatan kepentingan eksternal dalam gerakan mahasiswa tersebut. Dugaan itu, menurutnya, diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung bersama Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso dan sejumlah tokoh lainnya.

Atas dasar itu, Aliansi BEM Bersatu menyatakan menolak segala bentuk mobilisasi gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," pungkas Rahmat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat