Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Pede Pendapatan Negara Tembus Rp3.153 Triliun, Ini Penopangnya

        Purbaya Pede Pendapatan Negara Tembus Rp3.153 Triliun, Ini Penopangnya Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja penerimaan negara tampak menunjukkan sinyal positif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan optimistis target pendapatan negara dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun bisa tercapai seiring membaiknya performa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

        Optimisme itu muncul setelah pemerintah melakukan restrukturisasi besar-besaran di sektor perpajakan dan kepabeanan yang disebut mulai membuahkan hasil nyata.

        “Kelihatannya target tahun ini akan baik. (Kinerja) Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” kata Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (28/5).

        Hingga April 2026, realisasi pendapatan negara tercatat sudah mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa penerimaan negara mulai bergerak naik di tengah tantangan ekonomi global.

        Baca Juga: Purbaya Tak Habis Pikir Rupiah Bisa Tembus Rp17.800: Nggak Masuk Akal Sebenarnya!

        Tak hanya mengandalkan restrukturisasi kelembagaan, pemerintah juga mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk mendongkrak efisiensi dan penerimaan negara.

        Purbaya secara khusus menyoroti sistem Coretax yang sebelumnya sempat menuai banyak kritik dari wajib pajak. Meski masih ada keluhan, ia menilai kondisi sekarang jauh lebih baik dibanding awal penerapan.

        "Harusnya sih lebih efisien. Kalau Anda lihat Coretax yang dulunya banyak di protes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari," jelas dia.

        Menurut Purbaya, sistem otomatisasi tersebut membuat pengawasan pajak menjadi jauh lebih ketat dan akurat. Pemerintah pun berharap teknologi baru ini bisa menutup celah kebocoran penerimaan negara yang selama ini sulit terdeteksi.

        Baca Juga: Pemerintah Indonesia Akan 'Bertindak Lagi' Usai Rupiah Tembus Rp17.800/Dolar AS, Begini Kata Purbaya

        Selain pajak, sektor bea cukai juga disebut mulai menunjukkan tren positif usai pembenahan internal dilakukan pemerintah. Kinerja yang membaik itu diyakini bakal menopang target penerimaan negara hingga akhir tahun.

        Dengan kombinasi restrukturisasi lembaga, digitalisasi sistem, hingga pemanfaatan AI, pemerintah semakin percaya diri penerimaan negara 2026 bisa tetap terjaga di tengah berbagai tekanan ekonomi global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: