Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pangkalan AS Diserang Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Lebih dari 3%

        Pangkalan AS Diserang Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Lebih dari 3% Kredit Foto: SKK Migas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3% pada Kamis (28/5/2026) setelah Garda Revolusi Iran mengatakan mereka menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) sebagai tanggapan atas serangan AS di dekat bandara Bandar Abbas.

        Harga minyak mentah Brent berjangka naik $3,51, atau 3,72%, menjadi $97,8 per barel pada pukul 0344 GMT, sementara kontrak Agustus yang lebih aktif naik $3,35 atau 3,63%, menjadi $95,6. Kontrak Juli akan berakhir pada hari Jumat.

        Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik $3,31, atau 3,73%, menjadi $91,99.

        Kedua indeks acuan tersebut turun lebih dari 5% hingga menyentuh level terendah dalam sebulan pada sesi sebelumnya karena kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

        Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menargetkan pangkalan udara AS setelah apa yang mereka sebut sebagai serangan AS dini pagi di dekat bandara Bandar Abbas, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

        Mereka memperingatkan bahwa pengulangan apa yang mereka sebut sebagai agresi akan memicu "tindakan yang lebih menentukan".

        Militer AS melancarkan serangan baru di Iran yang menargetkan sebuah situs militer yang menurut para pejabat menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas maritim komersial di selat tersebut.

        Baca Juga: AS vs Iran: Rudal Terbang, Damai Buyar, Minyak Dunia Panas!

        Baca Juga: Di Tengah Perundingan Damai dengan Iran, AS Kehabisan Minyak?

        "Pasokan minyak tetap terbatas, dan poin-poin penting yang masih menjadi kendala belum terselesaikan," kata ahli strategi komoditas ANZ, Daniel Hynes, dalam sebuah catatan dilansir dari Reuters.

        Di AS, stok minyak mentah turun sebesar 2,8 juta barel pekan lalu, penurunan selama enam minggu berturut-turut, menurut data American Petroleum Institute.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: