Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN Rogoh Kocek Rp195,2 Triliun untuk Beli Listrik Swasta, Berikut 10 IPP Terbesar

        PLN Rogoh Kocek Rp195,2 Triliun untuk Beli Listrik Swasta, Berikut 10 IPP Terbesar Kredit Foto: PLN IP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN (Persero) mencatat realisasi beban pembelian tenaga listrik dari pengembang swasta atau Independent Power Producers (IPP) sebesar Rp195,24 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 10,94% dibandingkan dengan periode tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp175,98 triliun.

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC), pos pembelian tenaga listrik dari swasta menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur pengeluaran perseroan. Pos ini berada di posisi kedua setelah biaya bahan bakar dan pelumas yang mencapai Rp198,63 triliun.

        Secara akumulatif, total keseluruhan beban usaha PLN pada tahun 2025 mencapai Rp533,45 triliun. Gabungan antara biaya bahan bakar serta beban pembelian tenaga listrik swasta tersebut mengambil porsi sebesar 73,8% dari total beban usaha perusahaan.

        Kinerja Pendapatan dan Laba

        Di sisi pendapatan, PLN membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp582,68 triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi ini ditopang oleh penjualan tenaga listrik senilai Rp367,08 triliun, serta didukung oleh pendapatan subsidi listrik dan kompensasi dari Pemerintah.

        Meskipun pendapatan usaha mengalami pertumbuhan, peningkatan pada pos-pos beban operasi memengaruhi raihan laba perusahaan. Laba usaha PLN tercatat turun menjadi Rp49,22 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp60,62 triliun. Setelah diakumulasikan dengan pos non-operasional termasuk kerugian kurs, laba bersih tahun berjalan PLN berada di angka Rp7,26 triliun, atau turun sebesar 65,8% dari pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp21,23 triliun.

        Baca Juga: PLN Indonesia Power Tegaskan Fondasi Kepatuhan Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan

        Baca Juga: PLN Perkuat Pengawasan Jalur Transmisi Usai Blackout Sumatera

        Rincian Pembelian ke 10 IPP Terbesar

        Merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) PLN, sebagian besar realisasi anggaran pembelian tenaga listrik mengalir ke 10 perusahaan pengembang swasta. Berikut adalah daftar 10 IPP dengan nilai pembayaran terbesar dari PLN selama tahun buku 2025:

         1. PT Paiton Energy : Rp28,34 triliun

         2. PT Bhimasena Power Indonesia (BPI): Rp24,12 triliun

         3. PT Central Java Power: Rp21,56 triliun

         4. PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali: Rp18,92 triliun

         5. PT Jawa Satu Power: Rp16,45 triliun

         6. PT Cirebon Electric Power (CEP): Rp14,23 triliun

         7. PT Lestari Banten Energi: Rp11,87 triliun

         8. Star Energy Geothermal (Grup Barito): Rp10,43 triliun

         9. PT Cirebon Energi Prasarana: Rp9,54 triliun

         10. Grup Medco Power Indonesia: Rp8,11 triliun

        Akumulasi pembayaran yang disalurkan kepada 10 perusahaan pengembang swasta tersebut bernilai Rp163,57 triliun, atau mencakup 83,7% dari total keseluruhan anggaran belanja pembelian listrik pihak ketiga yang dialokasikan oleh PLN.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: