Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penerapan WFH ASN Diklaim Berhasil Menghemat Anggaran Negara hingga Triliunan Rupiah

        Penerapan WFH ASN Diklaim Berhasil Menghemat Anggaran Negara hingga Triliunan Rupiah Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengklaim keberhasilan kebijakan fleksibilitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Penerapan sistem work from home (WFH) tersebut mampu mendorong efisiensi anggaran negara hingga Rp1,95 triliun.

        Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan penghematan tersebut berasal dari efisiensi biaya perjalanan dinas. Angka penurunan pengeluaran tersebut dihitung selama pelaksanaan fleksibilitas kerja ASN pada periode April 2026.

        Pemerintah juga mencatat penghematan dana utilitas kantor sebesar Rp65,6 miliar. Kebijakan kerja fleksibel ini dinilai memicu percepatan proses digitalisasi pada lingkungan birokrasi.

        Salah satu bukti kesuksesan terlihat dari kenaikan pemakaian Tanda Tangan Elektronik (TTE). Kementerian PANRB mencatat kenaikan sebanyak 100.817 dokumen TTE secara nasional.

        Di sisi lain kualitas pelayanan publik diklaim tetap terjaga dengan baik. Sebanyak 95 persen jenis layanan publik dinilai tetap berjalan stabil bahkan mengalami peningkatan.

        Seluruh pengaduan dari masyarakat juga dipastikan tetap tertangani melalui kanal resmi. Rini menegaskan transformasi budaya kerja baru ini harus ditopang oleh Digital Public Infrastructure (DPI).

        Baca Juga: Wajib Tahu, ASN Kategori Ini Tak Akan Terima Gaji ke-13 2026

        Komponen infrastruktur penunjang tersebut mencakup pengelolaan identitas digital dan pertukaran data antarinstansi. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme serta akuntabilitas kinerja para pegawai.

        Namun pemerintah mengakui masih terdapat tantangan besar dalam penerapan kebijakan digital ini. Tantangan utama tersebut berada pada sektor penguatan budaya kerja serta pola koordinasi antarunit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: