Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Waspada Kemacetan! Jalan Lenteng Agung Ambles dan Retak Lagi, Pemprov DKI Lakukan Ini

        Waspada Kemacetan! Jalan Lenteng Agung Ambles dan Retak Lagi, Pemprov DKI Lakukan Ini Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jalur utama Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dilaporkan kembali mengalami ambles dan keretakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi sejak Jumat (29/5) pagi.

        Kerusakan ini sempat memicu kekhawatiran para pelaju yang biasa melintasi kawasan tersebut, mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi menuju arah Depok dan Bogor.

        Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengungkapkan bahwa kondisi tanah di bawah badan jalan tersebut ternyata sudah mengalami kekosongan atau kopong. Hal inilah yang membuat aspal terus-menerus ambles.

        "Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan diketahui bahwa kondisi tanah di bawah badan jalan telah kopong, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut secara menyeluruh oleh pihak Dinas SDA," ujar Wenny, Jumat (29/5).

        Kronologi Ambles dan Retak Kembali

        Pihak Dinas Bina Marga sebenarnya sudah menerima laporan awal mengenai kerusakan ini sejak Rabu (27/5) malam dari warga dan petugas PPSU. Tim Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Jagakarsa kemudian langsung memasang pengaman darurat pada Kamis (28/5) pagi.

        Namun, saat tim kembali melakukan pemantauan lanjutan pada Kamis sore, area tersebut rupanya ambles dan retak kembali akibat struktur di bawahnya yang tidak stabil.

        Indikasi awal menunjukkan penyebab utama amblesnya jalan adalah adanya kerusakan pada konstruksi saluran air yang berada tepat di bawah badan jalan.

        Dipasang Pelat Besi dan Sistem Buka-Tutup Jalur

        Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan meminimalkan kemacetan parah, petugas gabungan langsung memasang pelat besi di atas titik yang ambles. Pelat ini berfungsi sebagai jembatan darurat agar kendaraan tetap bisa melintas.

        Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup jalur juga mulai diberlakukan di sekitar lokasi konstruksi.

        "Untuk keamanan pengendara dan mengurangi kemacetan, dilakukan penanganan sementara dengan menutup jalan yang ambles menggunakan pelat besi sebagai jalan darurat. Rekayasa lalu lintas dengan buka-tutup jalur juga diberlakukan," jelas Wenny.

        Saat ini, Dinas SDA masih terus bekerja keras memperbaiki kebocoran dan kerusakan saluran air di bawah jalan. Setelah proyek bawah tanah tersebut rampung, Sudin Bina Marga Jakarta Selatan akan langsung mengambil alih untuk melakukan pengaspalan dan pengerasan ulang jalan agar jalur kembali mulus.

        Pengendara yang akan melintasi kawasan Lenteng Agung diimbau untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, atau mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan selama proses perbaikan berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: