OJK Siapkan Asosiasi Bulion Indonesia, Industri Emas Bersiap Melesat
Kredit Foto: IDNGold
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga kini terus mempercepat pengembangan ekosistem bulion nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri jasa keuangan berbasis emas di Indonesia melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta pelaku industri sesuai arah Roadmap Ekosistem dan Kegiatan Usaha Bulion 2026–2031.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan sejumlah inisiatif strategis tengah dipersiapkan untuk melengkapi ekosistem bulion yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
“Pengembangan ekosistem bulion saat ini terus dilakukan bersama kementerian/lembaga terkait serta pelaku industri, sejalan dengan arah Roadmap Ekosistem dan Kegiatan Usaha Bulion 2026–2031,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (29/5/2026).
Ia menilai pengembangan tersebut penting karena industri bullion membutuhkan dukungan tata kelola, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta kelembagaan yang mampu memperkuat kepercayaan pasar.
OJK menilai, dengan adanya ekosistem yang terintegrasi, hal itu akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan kegiatan usaha bullion jangka panjang.
Dalam prosesnya, OJK bersama para pemangku kepentingan menyiapkan langkah konkret, seperti pembentukan asosiasi bulion Indonesia yang diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi bagi pelaku industri sekaligus memperkuat standar praktik usaha sektor tersebut.
Baca Juga: Emas Antam Naik Rp20.000, Harga Termurah Mulai dari Rp1.437.000
Adapun pengembangan jejaring internasional melalui kerja sama dengan asosiasi bulion di berbagai negara juga dianggap penting untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem bulion global.
“Dalam proses tersebut, terdapat sejumlah inisiatif yang tengah dipersiapkan, antara lain pembentukan asosiasi bulion Indonesia dan networking dengan asosiasi bulion di luar negeri sebagai bagian dari pengembangan dan penguatan forum koordinasi dan tata kelola industri ke depan,” kata Agusman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: