Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Diam-diam Ajukan Surat Pengunduran Diri, Internal Pemerintah Terpecah di Iran

        Presiden Diam-diam Ajukan Surat Pengunduran Diri, Internal Pemerintah Terpecah di Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Laporan mengenai rencana pengunduran diri Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memunculkan spekulasi baru mengenai dinamika kekuasaan di Teheran yang disebut semakin didominasi kalangan militer. Hal ini juga berpotensi mempengaruhi akhir negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

        Dikutp dari Jerussalem Post, Pezeshkian disebut telah mengirim surat pengunduran diri kepada Mojtaba Khamenei. Dalam surat tersebut, ia dikabarkan menyoroti semakin besarnya pengaruh Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC dalam pengelolaan negara.

        Baca Juga: Iran Siapkan Upacara Pemakaman Megah Untuk Ayatollah Ali Khamenei

        Sumber yang dikutip media asing menyebut Pezeshkian menilai dirinya tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan pemerintahan maupun menjalankan mandat yang diberikan rakyat setelah sejumlah keputusan strategis lebih banyak ditentukan oleh lingkaran keamanan dan militer menyusul perang negara tersebut dengan Amerika Serikat.

        Laporan itu menjadi sorotan karena muncul di tengah tekanan besar yang dihadapi Iran, mulai dari konflik regional, sanksi ekonomi hingga dampak perang yang membebani perekonomian nasional.

        Sejumlah sumber juga menyebut perbedaan pandangan antara kubu presiden dan IRGC semakin terlihat dalam pengelolaan perang serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sipil. Kondisi tersebut disebut memicu ketegangan di internal pemerintahan.

        Adapun Pemerintah Iran membantah keras laporan yang menyebut Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Teheran bahkan menilai kabar tersebut sebagai bagian dari operasi media asing yang bertujuan menciptakan persepsi krisis politik di dalam negeri.

        Wakil Kepala Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei, juga menolak seluruh isi laporan tersebut.

        Dalam pernyataannya, ia menyebut penyebaran rumor oleh media asing merupakan kelanjutan dari apa yang disebutnya sebagai "permainan media yang konyol". Menurut Tabatabaei, Pezeshkian tetap menjalankan tugas kenegaraan dan tidak memiliki rencana untuk meninggalkan jabatannya.

        Meski demikian, jika laporan tersebut benar, maka pengunduran diri Pezeshkian akan menjadi salah satu krisis politik terbesar yang dihadapi Iran dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, Pezeshkian terpilih dengan membawa agenda reformasi, perbaikan ekonomi, dan peningkatan hubungan dengan komunitas internasional.

        Sosok Pezeshkian memiliki peran yang penting mengingat Iran juga tengah menggalang dukungan dari berbagai negara dunia di tengah perangnya dengan Amerika Serikat. Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

        Pada 7 April, AS dan Iran kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, upaya melanjutkan dialog tidak membuahkan hasil setelah pembicaraan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

        Setelah perundingan tersebut gagal mencapai hasil, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Hingga kini, Iran menegaskan kebijakan itu masih berlaku meski Trump telah menyatakan sebaliknya.

        Di tengah situasi tersebut, pengaruh IRGC disebut terus menguat dan perlahan mengambil peran yang lebih besar dalam berbagai sektor strategis negara, termasuk keamanan, ekonomi hingga kebijakan luar negeri.

        Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Berulah, Timnas Iran Terancam Tak Bisa Bertanding di Piala Dunia FIFA 2026

        Meski demikian, hingga kini belum ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa surat pengunduran diri tersebut benar-benar telah diterima atau diproses oleh otoritas tertinggi Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: