'Buruk atau Lebih Buruk', Iran Tunggu Amerika Terima Syarat Damai yang Diajukan Teheran
Kredit Foto: Istimewa
Iran menegaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri konflik kini berada di tangan Amerika Serikat (AS). Teheran mengklaim telah menyampaikan syarat-syarat penyelesaian dan menunggu respons Washington terhadap tuntutan yang diajukan.
Pernyataan itu disampaikan Brigadir Jenderal Yadollah Javani dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Ia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya memiliki dua pilihan dalam menghadapi Iran: menerima realitas yang ada atau menghadapi konsekuensi yang lebih besar.
Baca Juga: FIFA Diseret ke Penyelidikan, Amerika Cium Aroma Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026
Menurut Javani, Iran telah menetapkan sejumlah syarat untuk memecahkan kebuntuan yang terjadi selama proses negosiasi. Karena itu, ia menilai langkah selanjutnya sepenuhnya bergantung pada keputusan Washington.
"Republik Islam telah menyatakan syarat-syaratnya untuk memecah kebuntuan saat ini, dan sekarang giliran Amerika Serikat untuk mengambil keputusan," ujar Javani, dikutip Selasa (2/6).
Pernyataan tersebut memperlihatkan keyakinan Iran bahwa posisi mereka dalam perundingan saat ini cukup kuat. Teheran juga menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan yang akan diterima apabila hak-hak nasional Iran tidak dijamin sepenuhnya.
Sikap serupa sebelumnya disampaikan Perunding Utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menandatangani perjanjian apa pun sebelum memperoleh kepastian bahwa kepentingan rakyat Iran terlindungi.
"Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan," kata Ghalibaf.
Di sisi lain, Donald Trump disebut masih berupaya mendorong tercapainya kesepakatan baru dengan Iran. Prioritas utama Washington antara lain menghentikan program nuklir Iran serta membuka kembali akses pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Namun, laporan sejumlah media Barat menyebut proposal terbaru yang dikirim Washington justru berisi tuntutan yang lebih keras dibandingkan rancangan sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang proses negosiasi.
Bagi Iran, kesepakatan damai bukan sekadar penghentian konflik, tetapi juga harus menjamin hak-hak politik, ekonomi, dan keamanan negara tersebut. Karena itu, Teheran menilai Amerika Serikat kini dihadapkan pada pilihan sulit: menerima syarat yang diajukan Iran atau menghadapi situasi yang lebih rumit di masa mendatang.
Baca Juga: Alarm Ekonomi Trump Berbunyi, Sentimen Konsumen Amerika Jatuh Mendekati Level Resesi Besar
Di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung, kedua negara terus berupaya mencari titik temu. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa kesepakatan final akan segera tercapai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: