Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Iran Klaim Wilayahnya Dibombardir
Kredit Foto: Reuters
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah sempat mereda selama beberapa hari. Iran mengklaim wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan udara AS pada Rabu (29/7/2026).
Televisi pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di wilayah Piranshahr, Provinsi Azerbaijan Barat. Wilayah tersebut berada di bagian barat laut Iran dan berbatasan langsung dengan Irak.
"Beberapa menit yang lalu, sebuah area di wilayah perbatasan Piranshahr dihantam serangan udara musuh, Amerika," demikian laporan televisi pemerintah Iran seperti dilansir AFP, Rabu (29/7/2026).
Kantor berita Iran Fars juga melaporkan adanya serangan rudal di wilayah tersebut. Fars menyebut rudal menghantam area yang tidak berpenghuni sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Klaim serangan tersebut muncul setelah Iran lebih dulu meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah pasukan AS di kawasan Timur Tengah. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan seluruh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat.
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini (28/7), pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang memiliki pangkalan di Timur Tengah," kata CENTCOM.
"Semua rudal Iran berhasil dicegat," klaim CENTCOM.
Iran kemudian mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut serangan itu merupakan respons terhadap tindakan agresif AS.
Eskalasi juga merembet ke Yordania. Militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan lima rudal balistik Iran yang masuk menuju wilayah kerajaan pada Rabu (29/7/2026).
Serangan tersebut menjadi salah satu tanda kembalinya ketegangan setelah AS dan Iran sempat mengalami jeda pertempuran. Kedua negara sebelumnya relatif tenang sejak Jumat (24/7), setelah konflik berlangsung selama beberapa hari.
Baca Juga: Israel Bantah Netanyahu Diklaim Dikte Trump soal Iran: Pandangan Kami Selaras
Situasi terbaru menunjukkan ketegangan kembali meningkat di kawasan Timur Tengah. Iran melancarkan serangan rudal ke arah pasukan AS, sementara Washington dan sekutunya melakukan langkah militer sebagai respons.
Hingga kini, belum ada keterangan independen yang mengonfirmasi secara terpisah klaim Iran mengenai serangan udara AS di Piranshahr. Informasi mengenai serangan tersebut masih bersumber dari laporan media dan pejabat Iran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: