Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Tak Luluh Meski Ukraina Akui Salah, Kyiv Tetap Ditagih Ganti Rugi Serangan Kapal

Iran Tak Luluh Meski Ukraina Akui Salah, Kyiv Tetap Ditagih Ganti Rugi Serangan Kapal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menegaskan tetap akan meminta pertanggungjawaban Ukraina atas serangan terhadap kapal komersial berbendera Iran di Laut Kaspia. Tuntutan itu tetap disampaikan meski Kyiv telah mengakui insiden tersebut terjadi secara tidak sengaja dan menyatakan tidak ingin memperburuk ketegangan dengan Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dirinya telah berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha. Dalam pembicaraan itu, Ukraina disebut memberikan penjelasan mengenai insiden yang memicu ketegangan kedua negara.

Menurut Araghchi, Sybiha menyampaikan bahwa serangan militer Ukraina terhadap kapal Iran bukan tindakan yang disengaja. Kyiv juga disebut tidak menginginkan konflik dengan Iran berkembang menjadi eskalasi yang lebih besar.

"Saya telah diberi kepastian oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha bahwa serangan terhadap kapal Iran itu tidak disengaja dan Ukraina tidak menginginkan eskalasi," kata Araghchi dalam pernyataannya melalui media sosial X, Selasa (28/7/2026).

Meski menerima penjelasan tersebut, Iran menegaskan kerugian yang timbul akibat serangan itu tetap harus dipertanggungjawabkan. Araghchi menilai serangan terhadap warga negara maupun kepentingan nasional Iran tidak dapat dibenarkan.

"Harus ada ganti rugi atas kerugian yang terjadi," tegas Araghchi.

Insiden tersebut terjadi setelah kapal komersial berbendera Iran diserang di Laut Kaspia. Serangan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan menuding Ukraina melancarkan aksi itu atas perintah Israel. Teheran bahkan memanggil kuasa usaha atau charge d'affaires Ukraina untuk menyampaikan protes resmi sekaligus menuntut pertanggungjawaban.

Baca Juga: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Semua Rudal Dicegat

Di sisi lain, Ukraina menegaskan operasinya semata-mata ditujukan untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia, bukan untuk menyerang kapal dagang ataupun warga sipil. Sybiha mengatakan negaranya berupaya menghindari eskalasi yang tidak diperlukan dengan Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya juga menyebut pasukan Ukraina memang menyerang kapal-kapal yang terlibat dalam pengiriman kargo militer yang berkaitan dengan Iran. Namun, ia tidak mengungkap secara spesifik kapal mana yang menjadi sasaran operasi tersebut.

Pernyataan terbaru kedua menteri luar negeri menjadi sinyal adanya upaya meredakan ketegangan diplomatik. Namun, sikap Iran yang tetap menuntut kompensasi menunjukkan persoalan tersebut belum sepenuhnya berakhir meski Ukraina telah mengakui serangan itu terjadi secara tidak sengaja.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: