Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Negosiasi Buntu, Pejabat Militer Senior Iran Sebut Perang Lawan AS Tidak Dapat Dihindari

        Negosiasi Buntu, Pejabat Militer Senior Iran Sebut Perang Lawan AS Tidak Dapat Dihindari Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa dilanjutkannya kembali perang melawan Amerika Serikat tidak dapat dihindari. Pernyataan ini muncul saat proses negosiasi yang berlangsung antara Teheran dan Washington tampaknya menemui jalan buntu.

        "Amerika Serikat menuntut penyerahan diri total dari kita, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah," kata wakil kepala komando militer pusat Iran, Khatam al-Anbiya, Mohammed Jafar Assadi, Selasa 2 Juni 2026.

        "Tanpa penyerahan diri, perang tidak bisa dihindari," tegas Assadi dalam pernyataannya yang dilansir Al Arabiya.

        Perang yang berkecamuk antara Iran melawan AS dan Israel sejak akhir Februari lalu sebenarnya telah terhenti sementara. Gencatan senjata diberlakukan sejak awal April, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump.

        Gencatan senjata tersebut diwarnai aksi saling serang dalam beberapa waktu terakhir, namun proses negosiasi tetap diupayakan berlanjut. Agenda mediasi dijalankan secara intensif oleh Pakistan dan Qatar untuk menjembatani kedua negara.

        Negosiasi dilaporkan berlangsung sangat alot karena Iran dan AS tetap bersikeras pada tuntutan masing-masing. Berdasarkan laporan New York Times dan Axios, Trump bahkan telah mengirimkan versi revisi kerangka kerja perdamaian dengan persyaratan yang jauh lebih keras.

        Detail mengenai perubahan pada draf kesepakatan tersebut sampai saat ini belum diketahui secara jelas ke publik. Namun, setiap perubahan pada draf yang diusulkan dipastikan dapat semakin menunda kesepakatan resmi untuk mengakhiri perang.

        Baca Juga: ‘Tanpa Saya, Anda Sudah Dipenjara,’ Netanyahu Diamuk Trump Gegara Rusak Upaya Negosiasi Amerika-Iran

        Kantor berita Iran, Mehr News Agency, melaporkan bahwa pihak Teheran hingga kini belum merespons usulan kesepakatan akhir itu. Diskusi internal mengenai draf final tersebut masih terus berlanjut secara mendalam di Teheran.

        Iran sedang meninjau proposal tersebut secara hati-hati karena mengacu pada riwayat ketidakpatuhan AS yang terjadi selama ini. "Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Iran mencari manfaat yang nyata dan konkret," ungkap sumber dekat tim negosiator Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: