Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Momentum Hari Raya Idul Adha dan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan mendorong inflasi Jawa Barat kembali meningkat pada Mei 2026. Meski demikian, daya beli petani dan kinerja perdagangan luar negeri tetap menunjukkan penguatan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai 0,24 persen. Angka tersebut berbalik arah setelah pada April 2026 Jawa Barat mencatat deflasi sebesar 0,07 persen.
Kenaikan tersebut turut mendorong inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) menjadi 1,42 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 3,07 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 2,78 persen.
"Faktor utama pendorong inflasi bulan Mei dipengaruhi siklus musiman menjelang Hari Raya Idul Adha. Sejumlah komoditas pangan strategis mengalami kenaikan harga, terutama cabai merah, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, dan daging sapi," ujar Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (2/6/2026).
Secara wilayah, Kota Cirebon mencatat inflasi tertinggi di Jawa Barat sebesar 0,39 persen. Kota Bandung dan Kota Depok menyusul dengan inflasi masing-masing sebesar 0,30 persen. Adapun Kota Tasikmalaya mencatat inflasi terendah sebesar 0,04 persen.
Selain faktor musiman domestik, tekanan inflasi juga dipengaruhi dinamika global. Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi yang berdampak pada biaya bahan bakar rumah tangga, LPG nonsubsidi, avtur, dan BBM nonsubsidi.
Meski demikian, pemerintah dinilai mampu menahan tekanan inflasi melalui sejumlah kebijakan, salah satunya insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk jasa angkutan udara niaga selama 60 hari. Penurunan harga emas dunia juga turut membantu meredam laju inflasi.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.839, Inflasi dan Sentimen Global Jadi Sorotan
Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan RI Capai 3,08% pada Mei 2026
BPS mencatat cabai merah menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar pada Mei 2026. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, dan bensin.
Sebaliknya, sejumlah komoditas memberikan andil deflasi, antara lain telur ayam ras, emas perhiasan, daging ayam ras, bawang putih, dan tomat.
Di tengah meningkatnya tekanan harga, indikator ekonomi lainnya menunjukkan kinerja yang positif. Daya beli petani tercatat meningkat, yang mencerminkan perbaikan kesejahteraan pelaku sektor pertanian.
Pada saat yang sama, neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar US$8,90 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: