Bukan Sektor Tambang, Ini Tulang Punggung Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2026
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026. Di balik pertumbuhan tersebut, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi 18,50% terhadap produk domestik bruto (PDB), tertinggi dibandingkan seluruh lapangan usaha lainnya.
BPS mencatat nilai PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp3.576,2 triliun. Secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Indonesia tumbuh 3,73%, sementara secara kumulatif semester I-2026 meningkat 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Struktur ekonomi Indonesia masih didominasi lima sektor utama, yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta pertambangan. Kelima sektor tersebut menyumbang sekitar 63,75% terhadap total PDB nasional.
Lima Penyumbang Terbesar PDB Indonesia Triwulan II-2026
| Peringkat | Lapangan Usaha | Kontribusi terhadap PDB |
| 1 | Industri Pengolahan | 18,50% |
| 2 | Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan | 13,57% |
| 3 | Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor | 13,02% |
| 4 | Konstruksi | 9,79% |
| 5 | Pertambangan dan Penggalian | 8,87% |
Sumber: BPS
Meski menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi nasional, laju pertumbuhan industri pengolahan tercatat 4,52% (yoy) atau masih di bawah beberapa sektor lainnya. Pertumbuhan tertinggi justru dibukukan oleh pengadaan listrik dan gas sebesar 10,81%, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,60%. Sebaliknya, pertambangan dan penggalian menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi dengan pertumbuhan -1,64% secara tahunan.
Secara keseluruhan, struktur ekonomi Indonesia masih menunjukkan dominasi sektor-sektor tradisional seperti manufaktur, pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Sementara itu, sektor berbasis jasa seperti informasi dan komunikasi, jasa keuangan, serta transportasi terus memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Struktur Ekonomi Indonesia Berdasarkan Lapangan Usaha Triwulan II-2026
| Peringkat | Lapangan Usaha | Kontribusi terhadap PDB |
| 1 | Industri Pengolahan | 18,50% |
| 2 | Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan | 13,57% |
| 3 | Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor | 13,02% |
| 4 | Konstruksi | 9,79% |
| 5 | Pertambangan dan Penggalian | 8,87% |
| 6 | Transportasi dan Pergudangan | 6,16% |
| 7 | Informasi dan Komunikasi | 4,30% |
| 8 | Jasa Keuangan dan Asuransi | 4,05% |
| 9 | Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib | 3,23% |
| 10 | Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | 2,77% |
| 11 | Jasa Pendidikan | 2,71% |
| 12 | Real Estat | 2,17% |
| 13 | Jasa Lainnya | 2,14% |
| 14 | Jasa Perusahaan | 1,96% |
| 15 | Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | 1,22% |
| 16 | Pengadaan Listrik dan Gas | 0,99% |
| 17 | Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang | 0,06% |
Sumber: BPS
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 53,32% terhadap PDB. Posisi berikutnya ditempati pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 29,36%, ekspor barang dan jasa sebesar 23,13%, serta konsumsi pemerintah sebesar 7,57%. Sementara dari sisi pertumbuhan, konsumsi pemerintah menjadi komponen yang tumbuh paling tinggi, yakni 15,97% (yoy).
Lapangan Usaha dengan Pertumbuhan Tertinggi (YoY) Triwulan II-2026
| Peringkat | Lapangan Usaha | Pertumbuhan (YoY) |
| 1 | Pengadaan Listrik dan Gas | 10,81% |
| 2 | Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | 10,60% |
| 3 | Informasi dan Komunikasi | 6,97% |
| 4 | Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib | 6,89% |
| 5 | Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | 6,88% |
| 6 | Konstruksi | 6,68% |
| 7 | Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor | 6,39% |
| 8 | Jasa Lainnya | 6,36% |
| 9 | Jasa Pendidikan | 5,92% |
| 10 | Transportasi dan Pergudangan | 5,65% |
| 11 | Jasa Perusahaan | 5,08% |
| 12 | Industri Pengolahan | 4,52% |
| 13 | Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan | 3,80% |
| 14 | Real Estat | 3,64% |
| 15 | Jasa Keuangan dan Asuransi | 3,11% |
| 16 | Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang | 0,03% |
| 17 | Pertambangan dan Penggalian | -1,64% |
Sumber: BPS
Secara regional, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi nasional dengan porsi 56,47% terhadap PDB Indonesia dan tumbuh 5,65%. Posisi berikutnya ditempati Sumatra dengan kontribusi 22,50%, Kalimantan 8,15%, Sulawesi 7,28%, Bali dan Nusa Tenggara 2,84%, serta Maluku dan Papua 2,76%. Dari sisi pertumbuhan, Bali dan Nusa Tenggara mencatat laju tertinggi sebesar 6,10% (yoy).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: