Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pupuk Kaltim Kembangkan Ekonomi Kerakyatan, Dari Petani hingga Pelaku UMKM

        Pupuk Kaltim Kembangkan Ekonomi Kerakyatan, Dari Petani hingga Pelaku UMKM Kredit Foto: Pupuk Kaltim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperluas kontribusi ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada ketahanan pangan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesehatan dan lingkungan.

        Berbagai program tersebut tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal hingga menembus pasar ekspor.

        Salah satu program yang menjadi motor penguatan ekonomi masyarakat adalah Koperasi Bina Sukses Bontang. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM melalui pendampingan, perluasan jaringan pemasaran, dan penguatan kemitraan bisnis.

        Hingga 2025, kapasitas produksi UMKM binaan mencapai 468 meter kubik per kontainer dan berhasil memasarkan produknya ke 12 negara. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil.

        Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan difokuskan untuk menciptakan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

        “Bagi Pupuk Kaltim, TJSL bukan sekadar kewajiban perusahaan. Tapi bagian integral dari strategi keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan secara bersama,” ujar Anggono.

        Selain penguatan UMKM, perusahaan juga menjalankan Program PKT Serasi yang mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan produk olahan bernilai ekonomi. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.

        Pupuk Kaltim juga mengembangkan Program Cendawan Juara yang memberdayakan ibu rumah tangga, lansia, dan pensiunan melalui budidaya jamur. Program ini menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan.

        Pada sektor kesehatan, perusahaan menjalankan Program PEGALDAS yang berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bontang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

        Di bidang pendidikan, perusahaan menyalurkan beasiswa melalui Program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kota Bontang.

        “Sementara bidang pendidikan, kami laksanakan lewat beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di Bontang. Melalui beasiswa ini, kami berupaya memperluas akses pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang lebih kompetitif dan berdaya saing,” kata Anggono.

        Pupuk Kaltim juga memperkuat kontribusi sosial melalui Employee Volunteering Initiation (Evolution), yang mendorong keterlibatan langsung karyawan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

        Pada aspek lingkungan, perusahaan mempertahankan penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2017 hingga 2025. Dari sisi tata kelola, perusahaan mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,37 dan meraih predikat The Most Trusted Company pada Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.

        Atas berbagai program tersebut, Pupuk Kaltim meraih tiga penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2026, yakni TOP CSR Awards 2026 Star 5, Medali Platinum, serta TOP Leader on CSR Commitment 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal.

        Menurut Anggono, seluruh program perusahaan dirancang berdasarkan prinsip Environmental, Social and Governance(ESG), ISO 26000 Social Responsibility, dan pendekatan Creating Shared Value (CSV) untuk memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

        “Inisiatif program dirancang dengan pendekatan jangka panjang dan berbasis kebutuhan masyarakat. Tujuannya bukan hanya menyelesaikan persoalan sosial yang ada, tapi juga menciptakan kemandirian dan keberlanjutan bagi penerima manfaat,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: