Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nasib Dadan dari Ahli Serangga yang Dilantik Jokowi hingga 'Dibuang' Prabowo, Disebut 'Titipan yang Rapih'

        Nasib Dadan dari Ahli Serangga yang Dilantik Jokowi hingga 'Dibuang' Prabowo, Disebut 'Titipan yang Rapih' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terhitung sejak Selasa, 2 Juni 2026.

        Pencopotan ini menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Sebagai informasi, perjalanan Dadan di BGN dimulai saat ia resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada 19 Agustus 2024. Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan sejumlah pejabat lain dalam momen perombakan atau reshuffle terakhir Kabinet Indonesia Maju.

        BGN sendiri merupakan lembaga baru yang dibentuk Jokowi menjelang akhir masa jabatannya pada Oktober 2024. Lembaga ini didirikan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 yang diundangkan pada 15 Agustus 2024.

        Dalam struktur ketatanegaraan, BGN mengemban tugas besar untuk memenuhi kebutuhan gizi nasional dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

        Kasus yang menjerat Dadan ini langsung memantik reaksi dari berbagai pihak, salah satunya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, memberikan kritik tajam terkait rekam jejak Dadan dan proses penunjukannya di akhir masa pemerintahan Jokowi.

        Menurut Guntur, Dadan yang sebenarnya merupakan seorang ahli serangga bukanlah pejabat biasa, melainkan figur yang sengaja "dititipkan" oleh Jokowi sebelum lengser, dan kemudian diterima begitu saja oleh Presiden Prabowo Subianto.

        "Dadan ahli serangga ditunjuk jadi mengurusi gizi anak, itu ditunjuk menjelang detik-detik terakhir kekuasaan Jokowi. Ini titipan yang rapih, Prabowo menerimanya tanpa protes," ujar Guntur Romli.

        Lebih lanjut, Guntur juga menyindir salah satu klaim bombastis yang pernah disampaikan Dadan kepada Presiden Prabowo.

        Ia menilai Dadan telah berani memberikan informasi yang tidak realistis terkait pasokan pangan untuk program makan gratis.

        "Dadan sudah berani terang-terangan membohongi Presiden Prabowo ada 19 ribu sapi dan lele satu-satu buat setiap siswa, karena menyentuh (dia) seperti menyentuh Jokowi. Banyak skandal yang melibatkan Dadan, selama hampir 2 tahun, Dadan tak tersentuh. Krn menyentuh Dadan seperti menyentuh Jokowi. Sampai semuanya berubah. Dadan pilihan Jokowi itu akhirnya dibuang Prabowo," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: