Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Skandal Korupsi MBG Go Internasional, Al Jazeera Angkat Kasus Dadan Cs

        Skandal Korupsi MBG Go Internasional, Al Jazeera Angkat Kasus Dadan Cs Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti liputan jaringan berita global Al Jazeera terkait kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

        Dadan dan dua bawahannya resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi MBG dan ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026).

        "LIPUTAN AL-JAZEERA 4 JUNI 2026. KORUPSI BGN GO INTERNATIONAL," tulis Ardianto di akun X pribadinya, Jumat (5/6).

        Dalam video liputan tersebut, Al Jazeera menggambarkan program makan gratis sebagai proyek ambisius pemerintah untuk anak-anak, ibu hamil, dan menyusui, dengan tujuan mengatasi gizi buruk.

        Namun, proyek ini kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto memecat Dadan Hindayana. Sehari kemudian, Dadan bersama dua deputinya ditangkap atas dugaan korupsi.

        Liputan itu menyoroti:

        - Yayasan mitra Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi ternyata berafiliasi dengan pejabat BGN.

        - Dugaan pengadaan barang dengan harga digelembungkan, termasuk 21.000 motor listrik dan 5.400 televisi.

        - Penggeledahan kantor BGN dan rumah para tersangka.

        Meski kasus ini mencoreng reputasi, pemerintah menegaskan program makan gratis tetap berjalan. Lebih dari 30.000 dapur terlibat, dengan target penerima manfaat mencapai 83 juta orang pada akhir tahun.

        Baca Juga: Eks Dosen ITB Hitung, Korupsi Dadan Bisa Capai Rp138 Triliun!

        Program ini memiliki anggaran fantastis, yakni USD 15 miliar (sekitar Rp240 triliun) untuk tahun 2026, menjadikannya salah satu proyek terbesar pemerintah.

        Al Jazeera juga menyinggung kasus keracunan makanan yang berdampak pada 33.000 anak di seluruh negeri, meski pemerintah menyatakan lebih dari 62 juta orang sudah menerima manfaat program ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: