Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPR Kritik Era Dadan, Program MBG Dinilai Terlalu Kejar Jumlah Penerima

        DPR Kritik Era Dadan, Program MBG Dinilai Terlalu Kejar Jumlah Penerima Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Charles Honoris menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu mengalami perubahan arah agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, ukuran keberhasilan program tidak seharusnya hanya dilihat dari banyaknya jumlah penerima manfaat.

        Charles mengatakan selama ini orientasi program MBG terlalu sering dikaitkan dengan capaian angka penerima manfaat. Padahal, tujuan utama program semestinya memastikan kualitas gizi yang diterima masyarakat berjalan optimal.

        "Menurut saya wacana refocusing penerima manfaat yang disampaikan pimpinan baru BGN sudah tepat. Selama ini saya melihat ukuran keberhasilan program terlalu sering dikaitkan dengan jumlah penerima manfaat," kata Charles kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

        Ia menilai pendekatan baru yang disiapkan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang lebih tepat dibanding sekadar memperluas jumlah penerima bantuan. Fokus program, menurut dia, harus diarahkan kepada kelompok yang memiliki kebutuhan gizi paling mendesak.

        Charles menyebut anak-anak yang mengalami masalah gizi, keluarga rentan, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) perlu menjadi prioritas utama. Kelompok tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih besar dibanding pendekatan yang hanya mengejar perluasan cakupan penerima.

        "Karena itu, ke depan program ini memang sebaiknya lebih fokus kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, terutama anak-anak yang mengalami masalah gizi, keluarga rentan, serta masyarakat di wilayah 3T yang akses pangannya masih terbatas," ujarnya.

        Menurut Charles, keberhasilan program MBG seharusnya diukur dari dampak yang diberikan terhadap perbaikan kualitas gizi masyarakat. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada target angka semata tanpa melihat hasil yang diterima penerima manfaat.

        "Jangan sampai orientasinya hanya mengejar angka penerima manfaat yang terus bertambah, tetapi manfaat gizinya tidak optimal," lanjutnya.

        Selain menyoroti sasaran program, Charles juga meminta pimpinan baru BGN melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh. Ia berharap berbagai persoalan yang muncul pada periode sebelumnya tidak kembali terulang.

        Menurut dia, aspek pengadaan harus menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran negara. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci agar program berjalan sesuai tujuan.

        "Terkait pengadaan, kami tentu berharap pimpinan baru BGN melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh," tuturnya.

        "Ke depan proses pengadaan harus jauh lebih transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Jangan sampai pola-pola pengadaan yang amburadul seperti pada masa kepemimpinan sebelumnya terulang kembali dan justru mengganggu tujuan utama program," imbuh dia.

        Dukungan Charles terhadap perubahan arah kebijakan MBG muncul setelah pimpinan baru BGN mengumumkan sejumlah langkah efisiensi anggaran. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah memfokuskan kembali sasaran penerima manfaat agar program lebih tepat guna.

        BGN juga memutuskan menghentikan sementara pendaftaran dan pembangunan dapur baru sebagai bagian dari penataan program. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efektif dan terukur.

        Baca Juga: Kepala BGN Nanik S. Deyang Diharap Perbaiki Juknis dan Operasional MBG

        Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan efisiensi anggaran menjadi salah satu prioritas utama yang saat ini sedang disiapkan lembaganya. Karena itu, sejumlah kebijakan strategis mulai diterapkan untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG ke depan.

        "Dalam rangka efisiensi anggaran maka hal yang kami lakukan adalah pertama refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik-titik baru," kata Nanik dalam konferensi pers di Jakarta.

        Perubahan arah kebijakan ini menandai fase baru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis setelah pergantian kepemimpinan di BGN. Fokus program kini diarahkan tidak hanya pada perluasan jangkauan, tetapi juga pada efektivitas manfaat yang diterima masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: