- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Diproyeksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham untuk Trading Pekan Ini
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berada dalam tekanan pada pekan 8-12 Juni 2026. Sejumlah katalis domestik yang perlu dicermati secara seksama, mulai rilis data cadangan devisa Mei 2026 pada Senin (8/6/2026), consumer confidence Mei pada Rabu (10/6/2026) dan retail sales April pada Kamis (11/6/2026).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengatakan rilis-rilis ini akan menjadi barometer awal kondisi daya beli dan ketahanan eksternal Indonesia dimana angka cadangan devisa yang melemah berpotensi memperparah kekhawatiran pasar terhadap kemampuan Bank Indonesia dalam menstabilkan Rupiah yang telah menembus Rp18.000.
Rebalancing FTSE Russell yang akan berlaku efektif 22 Juni 2026 juga masih akan membayangi pergerakan pasar, mengingat forced selling terkait penyesuaian indeks ini belum sepenuhnya terselesaikan dan berpotensi menciptakan overhang tekanan jual tambahan pada saham-saham yang terimbas.
"Secara fundamental, IHSG masih berada dalam tekanan yang cukup berat memasuki pekan 8–12 Juni 2026, dimana kombinasi inflasi Mei yang melampaui ekspektasi (3,08% yoy), Rupiah yang telah menembus Rp18.000, dan total net foreign sell year to date yang telah mencapai Rp60.8 triliun mencerminkan erosi kepercayaan investor yang sistemik," kata dia dalam analisanya, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan momentum bearish saat ini masih dominan dengan struktur tren menurun yang belum menunjukkan sinyal reversal yang valid. Dalam kondisi seperti ini, strategi yang paling prudent bagi investor adalah defense first prioritaskan preservasi modal dengan mengurangi eksposur pada saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang likuiditasnya tipis, serta menghindari averaging down secara agresif sebelum ada konfirmasi stabilisasi rupiah dan sinyal bottoming yang jelas dari price action.
"Bagi investor jangka menengah, manfaatkan momentum ini untuk selektif mencermati saham-saham big caps di sektor perbankan dan consumer staples yang valuasinya sudah sangat atraktif secara historis, namun tetap masuk secara bertahap dengan alokasi porsi kecil sembari menunggu kepastian arah kebijakan moneter BI."
Baca Juga: IHSG 2026 Sadis! 6 Bulan Berturut-turut Merah
Baca Juga: Istana Singgung Aksi Spekulan di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG
Merespons dinamika market yang ada, IPOT yang telah dilengkapi fitur LADI (Live Action Done Indicator) dengan data akumulasi dan distribusi saham secara real-time dan dirancang untuk investor ritel agar bisa memantau tekanan beli/jual secara langsung tanpa jeda serta membantu mendeteksi pergerakan smart money saat pasar berlangsung, merekomendasikan trading saham pada emiten-emiten berikut ini:
1. Buy TINS (Current Price: 3,150, Entry: 3,150, Target Price: 3,340 (6.03%), Stop Loss: 3,050 (-3.17%) dan Risk to Reward Ratio 1:1.9).
Emiten PT Timah Tbk (TINS) bertahan di atas level support 2900 dan berhasil bertahan di atas EMA5 sehingga layak ditradingkan pekan ini.
2. Buy CUAN (Current Price: 675, Entry: 675, Target Price: 715 (5.93%), Stop Loss: 655: -2.96%, Risk to Reward Ratio 1:2.0).
Emiten PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berpotensi reversal di level EMA5 dan berpotensi juga membentuk pola uptrend sehingga layak ditradingkan pada pekan ini.
3. Buy KETR (Current Price: 560, Entry: 560, Target Price: 600 (7.14%), Stop Loss: 540 (-3.57%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.0).
Emiten PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) memperlihatkan pola uptrend dan dalam sepekan terakhir bergerak volatile di antara EMA5 hingga EMA50 sehingga layak ditradingkan pekan ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: