Amerika Dibuat Kaget Perlawanan Sengit Pemimpin Baru Iran: Meski Terluka, Ada Keberanian di Sana
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan yang mengejutkan terkait sosok Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan Washington dan Teheran, Trump justru memuji keberanian pemimpin baru Iran tersebut karena tetap aktif menghadapi Amerika Serikat meski dikabarkan mengalami cedera serius.
Trump menilai Mojtaba Khamenei memiliki karakter yang berbeda dibanding ayahnya, mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Menurutnya, Mojtaba menunjukkan keteguhan yang tidak dimiliki banyak orang dalam kondisi serupa.
Baca Juga: 'Itu Sudah Selesai,' Trump Klaim Amerika Serikat Capai Kesuksesan Besar Lawan Iran
"Dia masih muda. Saya pikir lebih rasional. Dia terluka. Cukup parah terluka. Jadi ada keberanian tertentu di sana," kata Trump, dikutip dari NBC News Senin (8/6).
Trump mengaku terkesan karena Mojtaba tetap memikirkan hubungan dan negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah kondisi fisiknya yang disebut belum pulih sepenuhnya.
"Banyak orang jika mengalami luka separah itu, mereka tidak akan berbicara soal bagaimana hubungan dengan Amerika Serikat. Mereka akan memikirkan hal lain. Jadi ada keberanian tertentu di sana," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena selama ini Trump dikenal sebagai salah satu presiden Amerika yang paling keras terhadap Iran. Namun kali ini ia justru memberikan penilaian positif terhadap sosok yang kini memimpin negara tersebut.
Selain memuji keberaniannya, Trump juga menilai kepemimpinan baru Iran lebih rasional dibanding generasi sebelumnya.
Saat ditanya apakah Mojtaba lebih baik bagi Amerika Serikat dibanding ayahnya, Trump menjawab bahwa ia melihat perubahan pendekatan dari kelompok yang kini memegang kendali di Teheran.
Menurut Trump, pihak yang saat ini memimpin Iran merupakan kelompok ketiga yang terlibat dalam proses komunikasi dengan Washington sejak konflik berkepanjangan berlangsung.
"Kami sedang melakukan negosiasi yang sangat baik dengan orang-orang yang sekarang memimpin negara itu," kata Trump.
Ia bahkan menyebut pergantian kepemimpinan di Iran bisa dianggap sebagai bentuk perubahan rezim secara de facto karena karakter para pemimpin baru sangat berbeda dari pendahulunya.
"Mereka berbeda. Anda bisa menyebutnya sebagai perubahan rezim karena ini orang-orang yang sangat berbeda. Saya melihat mereka lebih rasional dan sangat cerdas," ujarnya.
Meski demikian, Trump tetap menegaskan Amerika Serikat belum menutup kemungkinan mengambil langkah militer jika terjadi serangan yang menewaskan warga atau personel Amerika.
Saat ditanya mengenai batas yang dapat memicu dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran, Trump mengatakan dirinya akan mempertimbangkan hal tersebut secara sangat serius apabila ada korban dari pihak Amerika Serikat.
Namun untuk saat ini, fokus utama Washington disebut masih tertuju pada jalur diplomasi yang terus berlangsung dengan kepemimpinan baru di Teheran.
Baca Juga: 'Saya Dapat Rekamannya,' Roy Suryo Pede Bongkar Kejanggalan Berkas Kasus Ijazah Jokowi
Pernyataan Trump tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa Amerika Serikat melihat peluang lebih besar untuk mencapai kesepakatan dengan Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, meskipun hubungan kedua negara masih diwarnai ketidakpercayaan dan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: