- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Purbaya Ungkap Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp203,7 Triliun per Mei 2026, Naik 208,2%
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah menggelontorkan anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 203,7 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026. Realisasi tersebut melonjak 208,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp66,1 triliun.
"Belanja subsidi dan kompensasi dipastikan tetap bisa menjaga daya beli masyarakat. Sekarang tumbuhnya mencapai 208,2%," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, dikutip Senin (8/6/2026).
Dari total realisasi tersebut, subsidi energi mencapai Rp94,8 triliun, sedangkan kompensasi energi sebesar Rp108,9 triliun. Pemerintah kini menerapkan mekanisme pembayaran kompensasi energi secara bulanan pada 2026, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dibayarkan pada akhir tahun.
Menurut Purbaya, perubahan skema pembayaran itu bertujuan menjaga arus kas PT Pertamina agar tetap memadai dalam menyediakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat.
“Kalau tahun lalu (pembayaran kompensasi) di akhir tahun, sekarang sudah mulai 70% setiap bulan, nanti di september kita hitung semuanya kita bayar yang 30% sehingga Pertaminanya punya cash flow yang cukup. Ini juga dilakukan atas petunjuk Bapak Presiden waktu kita rapat di Istana jadi pemerintah terus menjaga kesediaan barang dengan harga bersubsidi,” jelasnya.
Selain peningkatan anggaran, penyaluran berbagai program subsidi juga menunjukkan pertumbuhan hingga Mei 2026. Realisasi penyaluran BBM bersubsidi mencapai 6,3 juta kiloliter, meningkat 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,8 juta kiloliter.
Sementara itu, penyaluran subsidi LPG 3 kilogram mencapai 2.858,3 juta kilogram atau naik 2,7% dibandingkan realisasi Mei 2025 yang mencapai 2.782,2 juta kilogram.
Pada sektor kelistrikan, jumlah pelanggan yang menikmati listrik bersubsidi mencapai 43 juta pelanggan hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 42,1 juta pelanggan.
Baca Juga: Di Tengah Isu Mundur, Menkeu Purbaya Ungkap Kinerja APBN Masih Positif
Baca Juga: APBN Mei 2026 Defisit Rp180,4 Triliun, Belanja Tumbuh Lebih Cepat dari Pendapatan
Pemerintah juga mencatat peningkatan penyaluran subsidi pupuk. Hingga Mei 2026, realisasinya mencapai 3,7 juta ton atau tumbuh 20,7% secara tahunan dibandingkan 3,1 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersalurkan kepada 1,93 juta debitur, meningkat tipis 0,52% dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 1,92 juta debitur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: