Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) membebani APBN.
Melalui akun X pribadinya, Said Didu menyarankan agar Purbaya mengurangi berbicara di hadapan publik. Menurutnya, masyarakat sudah mengetahui kondisi sebenarnya.
"Pak Menkeu yth, saran saya sebaiknya lebih baik Bapak kurangi bicara karena publik juga tahu yang sebenarnya terjadi dan kami juga tahu mana ucapan yang sekedar #asalmangap," tulis Said Didu, Senin (8/6).
Sebelumnya, Purbaya menegaskan bahwa program MBG dan KDMP tidak membebani APBN. Ia menyebut kedua program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu bersifat fleksibel.
"Itu kan program itu fleksibel, MBG kan fleksibel. Anda lihat sendiri kan, Presiden amat fleksibel, di mana ketika diperlukan efisiensi, efisiensi dilakukan," ungkap Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: Purbaya Ungkap Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp203,7 Triliun per Mei 2026, Naik 208,2%
Purbaya juga menambahkan bahwa lembaga pemeringkat global seperti S&P Ratings tidak mempermasalahkan fondasi fiskal maupun kedua program tersebut.
"Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak merebutkan itu sebetulnya, cuma dia meributkan, mempertanyakan, atau mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market, itu saja. Tapi kalau pondasinya, enggak ada masalah. Termasuk program-program itu enggak dipertanyakan. Karena kita bisa yakinkan bahwa dengan program itu pun, defisit bisa kita pertahankan di 3%," jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: