Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti desakan agar Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut Said Didu, sebagai pucuk pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purbaya terlalu banyak berbicara tanpa menghadirkan bukti konkret.
"Pinjam istilah orang Malaysia - Menkeu ini terlalu banyak cakap tanpa bukti," tulis Said Didu di akun X pribadinya, dikutip Selasa (9/6).
Sebelumnya, Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga kepercayaan publik di tengah tekanan ekonomi.
“Tentu dia (Prabowo) harus melakukan aksi yang bisa membangun trust publik. Kuncinya kan di kepercayaan,” kata Masduki, Senin (8/6/2026).
Masduki menilai langkah awal yang perlu dilakukan Prabowo adalah melakukan reformasi struktural terhadap tim ekonomi nasional, termasuk mengganti Menteri Keuangan.
“Dia harus pertama-tama melakukan reformasi tim ekonomi. Jadi menteri keuangan harus diganti, kemudian gubernur BI, wakil gubernur BI yang kebetulan juga ponakannya harus diganti,” ujarnya.
Selain itu, Masduki juga meminta pemerintah mengevaluasi program-program yang menjadi sorotan publik, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Harus meninjau ulang program makan bergizi gratis,” imbuhnya.
Baca Juga: Purbaya Pastikan Tiffany & Co Kembali Beroperasi Usai Kena Sanksi Rp97,49 Miliar
Ia menekankan bahwa kondisi saat ini bukan hanya krisis ekonomi, melainkan juga krisis kepercayaan dari investor asing maupun masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Prabowo.
“Banyak analis yang saya sepakat bahwa ini sebenarnya tidak hanya krisis rupiah, krisis ekonomi, tapi lebih penting krisis kepercayaan dari investor asing, dari masyarakat Indonesia sendiri terhadap Prabowo,” ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: